RADAR MALANG - Buta warna parsial adalah kondisi ketika seseorang kesulitan membedakan warna-warna tertentu, biasanya merah-hijau atau biru-kuning.
Berbeda dengan buta warna total yang membuat dunia tampak hitam-putih, penderita buta warna parsial tetap bisa melihat warna, hanya saja persepsinya berbeda dari orang kebanyakan, seperti misalnya, warna merah bisa tampak kecokelatan atau abu-abu, dan hijau terlihat seperti krem.
Penyebab utama buta warna parsial adalah faktor genetik, khususnya kelainan pada sel kerucut di retina mata yang bertugas mengenali warna.
Gen yang membawa kelainan ini terletak di kromosom X, dan inilah alasan mengapa laki-laki lebih sering mengalami buta warna dibanding perempuan.
Baca Juga: Self-Love, 6 Cara Mudah Hargai Diri Sendiri Setiap Hari
Laki-laki hanya memiliki satu kromosom X (XY), sehingga jika gen tersebut rusak, tidak ada cadangan untuk menutupi kekurangannya.
Sementara perempuan memiliki dua kromosom X (XX), sehingga jika satu rusak, yang lain bisa menggantikannya.
Sehingga akibatnya, sekitar 8% laki-laki mengalami buta warna, sedangkan pada perempuan hanya sekitar 0,5%.
Selain faktor keturunan, buta warna parsial juga bisa disebabkan oleh cedera pada mata atau otak, penyakit seperti glaukoma, diabetes, atau Alzheimer, efek samping obat-obatan tertentu, dan penuaan.
Sayangnya, buta warna genetik tidak bisa disembuhkan secara total.
Namun, jika disebabkan oleh obat atau penyakit, penglihatan warna bisa membaik setelah penyebabnya diatasi.
Meski begitu, banyak penderita buta warna yang mampu beradaptasi dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Bahkan, beberapa profesi militer dan desain kini menyediakan alat bantu seperti kacamata khusus atau aplikasi pendeteksi warna untuk membantu mereka mengenali warna dengan lebih akurat.
Buta warna bukanlah hambatan untuk menjalani hidup secara normal, hanya cara melihat dunia yang sedikit berbeda. (fi)
Editor : Aditya Novrian