Pengungkapan Teror Ilmu Hitam
Cerita bermula saat Yuli (Yunita Siregar), yang sejak kecil mengalami kekerasan secara emosional hingga orang tuanya tewas dipaksa menjalani ritual santet. Dia menggunakan ilmu hitam dari dua kitab sakral, Sijjin dan Illiyyin, untuk membalas dendam terhadap keluarga tirinya yang menindasnya. Akibatnya, satu per satu anggota keluarga mengalami gangguan supranatural dan kematian mengerikan.
Mereka kemudian memanggil tokoh agama untuk melakukan ruqyah syar’i pertarungan nyata antara kebaikan dan kekuatan gelap.
Deretan Pemeran Berbakat
Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris tenar Indonesia:
-
Yunita Siregar sebagai Yuli, yang menampilkan karakter emosional dan spiritual,
-
Djenar Maesa Ayu dan Tarra Budiman sebagai figur yang mengalami pemeran emosional,
-
Dinda Kanya Dewi, Kawai Labiba, Eduward Manalu, hingga Sulthan Hamonangan, yang berperan sebagai Dean, si penggemar mistis memerankan adegan ekstrem sampai harus "jedot‑jedotin kepala" saat syuting.
-
Di belakang layar, skenarionya dikerjakan oleh Lele Laila & Ersan, dan diproduseri oleh Gope T. Samtani, melanjutkan kolaborasi sukses dari karya-karya sebelumnya.
Promosi & Ekspektasi Penonton
Trailer dan poster resmi sudah dirilis sejak awal Juni 2025, menunjukkan penggambar yang gelap, darah, dan kengerian spiritual. Banyak warganet memuji visualnya yang "kental nuansa religi dan mistis", menggugah rasa penasaran penggemar genre horor religi.
Media hiburan nasional bahkan memprediksi film ini jadi salah satu tontonan horror-religi paling menegangkan di tahun 2025.
Kitab Sijjin & Illiyyin hadir sebagai film yang emosional dan spiritual dari Sijjin membawa kengerian yang lahir dari praktik ilmu hitam, rasa sakit pribadi(dendam), dan pertarungan antara kebaikan serta kegelapan. Dengan unsur religi yang kuat, suasana atmosfer mencekam, dan dukungan pemain serta tim kreatif yang berpengalaman, film ini layak untuk dinantikan.
Tayang mulai 17 Juli 2025, persiapkan diri untuk menyaksikan bagaimana kitab suci digunakan sebagai pintu utama dari kengerian, dan apakah kekuatan spiritual mampu mengalahkan dendam yang dalam? Buat para pencinta horor religi film ini bukan sekadar menakuti, tapi juga menenangkan melalui tema spiritual yang mendalam. (fie)
Editor : A. Nugroho