MALANG KOTA - Grand Hall Malang Town Square (Matos) jadi tuan rumah event Malang Fashion Runaway (MFR), yang dimulai kemarin (12/7). Ajang fashion show tahunan itu mengangkat tema Moda Versa. Sebuah bentuk dukungan terhadap kebebasan fashion di Indonesia.
Kerumunan fashionista sudah memadati panggung runaway sejak pukul 18.00. Mereka menanti jajaran gaun yang dirancang designer-designer kenamaan. Terutama bagi warga yang mencari referensi untuk gaun pernikahan dan gaun untuk pesta-pesta formal.
Sebanyak 32 top models memamerkan gaun dari 56 fashion designer ternama. Mulai gaun pengantin, baju pesta, hingga pakaian dengan perpaduan warna cerah dan berani. Pameran busana bakal dilanjutkan oleh 400 model cilik yang akan berpose hari ini (13/7). Dengan dua guest designer ternama Eko Purwanto Indonesia dan Whulyan Attire by Ayu Wulan.
”MFR kali ini menonjolkan gaya tanpa batas di dunia fashion,” ujar Mall Director Matos Fifi Trisjanti. Para designer dibebaskan menuangkan karya dalam gaun-gaun buatannya. Dari berbagai budaya hingga kreativitas.
Seperti gaun dari desainer Lenny Ivylen feat Metamorph by Zack yang dibawakan model Melati Tedja. Putri Indonesia Pendidikan Kebudayaan sekaligus Top 5 Miss Charm itu dengan anggun mengenakan gaun berwarna putih. Detail kain perca yang mengembang di kedua tangannya dan motif bunga renda menempel di bagian dada menambah kesan sensual dan anggun.
Koleksi yang dibawakan Melati Tedja untuk MFR kali ini bertajuk Luminous Divinity. Menyoroti cahaya batin dan kekuatan feminin dalam bentuk gaun couture yang lembut, romantis, dramatis, dan glamour. Fokusnya menonjolkan kecantikan perempuan bak dewi yang berjalan di antara manusia dengan dominasi gaun putih dan permainan detail yang estetik.
”Sepuluh gaun yang saya buat kali ini benar-benar membutuhkan seni yang tinggi,” ujar Lenny saat ditemui di Matos, tadi malam. Pengerjaan tiap gaun membutuhkan waktu hingga dua minggu. Sebab, dirinya harus menempelkan satu per satu payet, beads, hingga kristal di setiap gaun-gaun karyanya. (aff/by)
Editor : A. Nugroho