MALANG - Di Amerika Serikat, peminat canyoning terbiasa menuruni ngarai atau jurang dengan berbagai teknik. Seperti berjalan, memanjat, hingga abseiling. Di Indonesia, olahraga itu diadopsi menjadi perjalanan menuruni air terjun menggunakan seutas tali. Open tripnya rutin dibuka di Coban Putri, Kota Batu.
Sejak awal 2025, tren canyoning menyebar di TikTok. Menyaingi padel yang sama naik pamornya belakangan ini. Di Malang, olahraga ekstrem itu baru tren pada awal bulan Maret. ”Kami buka trip pertama kali langsung di-booking tujuh orang,” ujar Rahmat Yoga Pratama, Admin Outbound Seru Official.
Selama ini, canyoning lebih diidentikkan dengan aktivitas abseiling (menuruni tebing dengan tali). Tempat yang menjadi favoritnya yakni air terjun. Baru satu bulan membuka open trip canyoning iu, Rahmat dkk dihadapkan dengan perizinan dari Perhutani. Mereka harus memenuhi standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Pemandunya juga harus punya sertifikat dalam penanganan K3 untuk olahraga ekstrem. Kini, Outbound Seru Official menjadi satu-satunya open trip canyoning di Malang yang sudah berizin. Sebenarnya, Rahmat dan kawan-kawannya pernah survei canyoning pada 2017.
Mereka juga sempat membuka open trip saat itu. Namun peminatnya belum ada. Saat itu, canyoning masih kalah dengan outbound lain seperti panjat tebing.
Permintaan open trip canyoning pun terus meningkat sejak bulan Mei. Terhitung dari awal Maret hingga Juli, Outbound Seru Official sudah melayani lebih dari 500 orang. Mayoritas pelanggannya perempuan berusia 17 sampai 28 tahun.
”Paling sekitar 10 persen itu ibu-ibu, yang paling tua ada yang berumur 58,” tambah Rahmat. Canyoning sendiri merupakan olahraga ekstrem yang ramah untuk pemula. Asal berani, semua kalangan boleh mencobanya.
Harga paket canyoning di Coban Putri, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu dimulai dari Rp 350 ribu. Sudah termasuk olahraga via ferrata (panjat besi yang menempel di tebing) dan makanan. Peserta juga mendapat free dokumentasi sepuasnya, mulai dari foto dan video.
”Per hari kuotanya 12 orang,” lanjut pria asal Gresik itu. Peserta akan dibagi menjadi dua sesi. Pagi hari sejak pukul 08.00 sampai 11.00. Lalu sesi siang sejak pukul 11.00 sampai 14.00. Aktivitasnya mulai dari via ferrata dan berlanjut canyoning menuruni air terjun setinggi 15 meter.
Tim dokumentasi menjadi tim inti dan paling favorit dalam Outbound Seru Official. Sebab mayoritas peminatnya memang mengutamakan konten media sosial daripada olahraganya. Sesi foto-foto dan pengambil video mengambil 20 persen aktivitas canyoning. (aff/by)
Editor : A. Nugroho