RADAR MALANG - Di tengah gempuran produk modern berbahan plastik dan kaca, gerabah sebagai warisan budaya Nusantara masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Terbuat dari tanah liat yang dibentuk dan dibakar dengan teknik tradisional, gerabah tidak hanya berfungsi sebagai wadah atau perabot rumah tangga, tetapi juga memiliki nilai seni dan sejarah yang tinggi.
Di Malang dan sekitarnya, produk-produk gerabah lokal tetap lestari, bahkan kini tampil lebih estetik dan diminati kalangan muda. Gerabah yang diproduksi di Malang biasanya berasal dari daerah seperti Dinoyo, Pakisaji, hingga kawasan Jabung.
Produk yang dihasilkan sangat beragam, mulai dari pot bunga, guci, kendi, tempat lilin, hingga dekorasi rumah yang cocok untuk gaya minimalis dan rustic. Banyak juga pengrajin yang mulai membuat produk custom untuk souvenir pernikahan, hampers lebaran, hingga perlengkapan kafe dan restoran.
Beberapa tempat yang bisa kamu kunjungi untuk membeli gerabah di Malang antara lain:
Pasar Dinoyo: Selain menjual keramik, di sini kamu juga bisa menemukan gerabah-gerabah unik dengan harga terjangkau.
UMKM Gerabah Pakisaji
Banyak pengrajin rumahan membuka lapak langsung atau melalui marketplace lokal seperti Shopee dan Tokopedia.
Toko Kerajinan Malangan
Beberapa galeri seni dan toko kerajinan di sekitar Jalan Ijen dan Suhat juga mulai memajang koleksi gerabah untuk interior rumah.
Tak hanya estetik, gerabah juga ramah lingkungan dan memiliki pori-pori alami yang menjaga suhu makanan/minuman tetap stabil, menjadikannya pilihan fungsional sekaligus artistik.
Gerabah bukan sekadar barang antik atau tradisional. Ia adalah bagian dari identitas budaya yang terus berevolusi mengikuti zaman. Dengan semakin banyaknya generasi muda yang tertarik pada konsep sustainable living dan estetika natural, gerabah kini kembali menjadi primadona.
Jika kamu sedang mencari dekorasi rumah yang otentik atau wadah serbaguna yang artistik, tak ada salahnya melirik gerabah lokal dari Malang karena keindahan tradisi layak untuk tetap hidup. (fie)
Editor : A. Nugroho