RADAR MALANG - Malang kembali menjadi latar dalam kisah horor yang viral. Rego Nyowo, disutradarai oleh Rizal Mantovani dan diangkat dari thread viral "Kosan Berdarah" di X, hadir sebagai tontonan yang menggabungkan suasana lokal mahasiswa kos-kosan dengan elemen supranatural yang mencekam.
Trailer-nya meraih banyak perhatian karena atmosfer kelam dan setting yang sangat familier bagi anak kos Malang mulai dari lampu mati, bau lembab, hingga lorong gelap kampung.
Sinopsis Singkat dan Alur Cerita
Lena (Sandrinna Michelle) dan Benhur (Ari Irham) merantau ke Malang dan menempati kos murah milik Bu Astri dan Pak Wiryo. Setelah makan malam bersama di kos, kejadian mistis mulai terjadi mimpi buruk, penampakan pocong gantung, hingga tempat tinggal itu menyatakan “harga” barunya nyawa sebagai bayaran sewa yang murah.
Ketegangan meningkat saat karakter berusaha mencari cara keluar namun tidak semua berhasil.
Penampilan dan Visual
Visual film ini cukup solid penggambaran pocong digarap dengan estetika baru tangan talinya tanpa ujung, serta ekspresi wajah menyimpang, memberikan nuansa horor yang tak biasa. Namun bagi sebagian penonton, gaya jumpscare ringan dan kamera yang terlalu terang membuat film ini terasa tidak benar-benar menyeramkan.
Skor Film memberikan nilai 5,5/10, menyebut ekspektasi awal film ini besar tetapi akhirnya di bawah harapan.
Kedalaman Cerita dan Pesan Moral
Ari Irham menuturkan, karakter Benhur mencerminkan tema besar tentang perubahan moral, cinta, dan tanggung jawab terhadap keluarga. Film ini lebih dari menampilkan hantu juga soal trauma dan pilihan antara percaya atau menyerah.
Respons Penonton dan Kritik Sosial
Beberapa komentar netizen menilai film ini ringan dan terlalu dramatik dialog terasa tidak natural, chemistry kedua aktor tampak kurang saat membangun hubungan kakak-adik dalam situasi ekstrem Dari Reddit, ada pengguna yang menyayangkan ekspektasi tinggi akibat bacaan thread viral, tapi hasil akhirnya “kurang menakutkan” dan terlalu biasa
Kesimpulan dan Rekomendasi
Rego Nyowo menawarkan kombinasi horor lokal dan kisah emosional yang kuat dengan setting kota Malang. Visual pocong dan atmosfer kos tua cukup menggigit, namun belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi jumpscare atau mistis berat yang diharapkan beberapa penonton.
Nilai film: 5,5–6 dari 10
Cocok untuk:
-
Pecinta cerita horor ringan dengan latar Malang yang realistis
-
Penonton yang ingin melihat adaptasi thread viral
Kurang cocok untuk: -
Penikmat horor psikologis dengan tensi tinggi dan adegan gelap penuh jumpscare (fie)