Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bentengi Dampak Negatif Roblox lewat Literasi Digital, Disdikbud Kota Malang Belum Menerima Keluhan Soal Game Roblox

A. Nugroho • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 17:38 WIB
JADI PERBINCANGAN: Seorang pelajar bermain game Roblox di kafe kemarin siang. Untuk menekan dampak negatif dari game tersebut, Disdikbud membentengi siswa dengan literasi digital
JADI PERBINCANGAN: Seorang pelajar bermain game Roblox di kafe kemarin siang. Untuk menekan dampak negatif dari game tersebut, Disdikbud membentengi siswa dengan literasi digital

MALANG KOTA – Popularitas game online Roblox sedang jadi sorotan. Kontennya dinilai memuat kata-kata kasar dan adegan tak pantas. Padahal, game tersebut banyak dimainkan anak usia SD dan SMP.

 

Usulan pelarangan hingga pemblokiran pun bermunculan. Di Kota Malang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) belum menerima keluhan langsung dari sekolah atau orang tua. Namun, gerak antisipasi sudah dilakukan. Tim Disdikbud turun ke sekolah-sekolah memberikan edukasi literasi digital. ”Setidaknya para murid tahu batasan dalam permainan digital,” ujar Kepala Disdikbud Kota Malang, Suwarjana.

 

Edukasi itu menyasar siswa sekaligus orang tua. Mereka diajarkan memilih game sesuai klasifikasi umur, mencari yang memiliki unsur edukasi, hingga memahami fitur interaktif di dalam permainan.

 

Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi menilai teknologi memang tidak bisa dihindari. Jalan tengahnya adalah membatasi dan mendampingi anak. ”Kalau langsung dilarang sama sekali malah kasihan. Lebih baik diarahkan pelan-pelan,” ucapnya.

 

Menurutnya, game online juga punya manfaat positif. Seperti melatih konsentrasi, mempercepat daya pikir, dan memberi hiburan. Namun, dia menegaskan kontrol orang tua adalah kunci. ”Kita tunggu dulu. Perlu kajian mendalam terkait sisi positif dan negatifnya,” katanya.

 

Imbauan membatasi anak bermain game online juga sudah dikeluarkan Kemendikdasmen. Hanya saja, secara hukum belum ada larangan tegas. Di tengah derasnya arus digitalisasi, literasi dan kemampuan digital anak dinilai harus menjadi benteng utama. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#Game online #Game #disdikbud kota malang #Roblox