BAYANGKAN sedang menonton konser, tapi tanpa meninggalkan kamar. Roblox mewujudkan hal tersebut. Coldiac, band asal Malang mengubah game online menjadi arena pertemuan eksklusif, tempat fans bisa ngobrol, berdiskusi, dan merasakan lagu baru sebelum resmi rilis.
Vokalis Coldiac Sambadha Wahyadyatmika memanfaatkan Roblox untuk berjumpa dengan fanbase mereka, Coldiac Squaw. Menurut sang vokalis, Roblox memudahkan interaksi dengan penggemar. ”Mereka bisa ngobrol melalui kolom chat, bahkan menggunakan microphone untuk berbincang secara langsung,” ungkap dia.
Pertemuan itu digelar pada 8 Agustus lalu dan diikuti 48 anggota, termasuk tim Coldiac dan member Coldiac Squaw. Pada kesempatan itu, mereka juga mempromosikan lagu baru berjudul Dia sebagai bocoran spesial bagi penggemar yang sudah menantikan lagu tersebut selama dua pekan sebelumnya. Sambadha menjelaskan isi lagu, maknanya, serta tanggal perilisan resmi, sambil membagikan media rilisan single baru tersebut.
Tak berhenti sampai di situ, Coldiac juga berencana menggelar konser virtual di Roblox dengan map khusus. Konsep yang ditawarkan bertema garden session, lengkap dengan panggung dan backstage. Map ini akan diisi berbagai elemen yang berkaitan dengan konser virtual. Hal itu membuat penggemar merasa seolah hadir langsung di pertunjukan musik.
Selain itu, penggemar akan mendapat atribut spesial seperti miniflag saat respawn di map tersebut. Bahkan, merchandise seperti kaos akan dijual menggunakan mata uang Roblox. Sehingga bisa dipakai untuk avatar mereka di dunia virtual.
Saat ini, Coldiac masih melakukan pengembangan server dan map. Kemungkinan konser virtual ini baru bisa digunakan secara umum akhir Agustus. ”Harapannya, penggemar Coldiac dari seluruh Indonesia bisa masuk dan merasakan pengalaman seru di map tersebut,” harap Sambadha.
Dengan inovasi ini, Roblox tak lagi sekadar game. Platform ini berubah menjadi ruang interaksi kreatif, tempat penggemar bisa berinteraksi dengan artis favorit, menikmati pertunjukan, dan merasakan pengalaman unik yang menggabungkan musik dan dunia virtual. (zan/adn)
Editor : A. Nugroho