Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mengulik Fakta Telur Setengah Matang: Sehat untuk Daya Tahan Tubuh atau Justru Berbahaya?

A. Nugroho • Minggu, 31 Agustus 2025 | 21:00 WIB
DIGEMARI BANYAK ORANG: Hidangan telur yang disajikan dengan digoreng setengah matang.
DIGEMARI BANYAK ORANG: Hidangan telur yang disajikan dengan digoreng setengah matang.

 

RADAR MALANG – Telur merupakan salah satu bahan makanan yang paling sering dikonsumsi sehari-hari karena harganya terjangkau, mudah diolah, serta kaya akan protein dan nutrisi penting. Salah satu cara mengolah telur yang populer adalah dengan memasaknya setengah matang.

 

Teksturnya yang lembut, kuning telur yang masih cair, serta rasa gurihnya membuat banyak orang menjadikannya menu favorit, baik untuk sarapan maupun campuran hidangan lain. Namun, di balik kelezatan tersebut, ada pertanyaan yang sering muncul: apakah telur setengah matang benar-benar aman untuk kesehatan?

 

Telur setengah matang biasanya diperoleh dengan merebus telur sekitar tujuh menit atau menggoreng tanpa menunggu kuning telurnya mengeras. Secara tampilan, putih telur sudah agak padat, tetapi bagian kuningnya masih cair atau kental. Meskipun terlihat sederhana, proses memasak yang tidak sempurna ini membuat telur setengah matang lebih rentan terkontaminasi bakteri berbahaya, salah satunya adalah Salmonella.

 

Bakteri Salmonella bisa menempel di kulit maupun bagian dalam telur tanpa mengubah bentuk, bau, maupun rasa. Jika masuk ke tubuh, infeksi Salmonella dapat menyebabkan gejala seperti mual, muntah, demam, sakit kepala, kram perut, hingga diare.

 

Pada beberapa kasus, bahkan bisa menimbulkan buang air besar berdarah atau berkembang menjadi demam tifoid (tifus). Gejala ini umumnya berlangsung 4–7 hari, namun pada kelompok tertentu bisa lebih lama dan lebih serius.

 

Kelompok yang paling rentan terkena dampak serius dari infeksi bakteri ini adalah ibu hamil, bayi dan balita, orang lanjut usia, serta mereka yang memiliki sistem imun lemah. Jika sebagian orang sehat bisa pulih dalam waktu singkat, kelompok rentan ini bisa mengalami gejala lebih parah dan membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

 

Meski demikian, bukan berarti telur setengah matang sama sekali tidak bisa dinikmati. Ada langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan, misalnya menggunakan telur dari ayam yang sudah divaksinasi atau memilih telur yang telah melalui proses pasteurisasi.

 

Telur pasteurisasi lebih aman digunakan untuk berbagai olahan yang menggunakan telur setengah matang, seperti mayones, tiramisu, es krim, atau saus salad, karena proses pasteurisasi mampu membunuh bakteri Salmonella. Pada akhirnya, menikmati telur setengah matang memang memberikan sensasi tersendiri. Namun, sebelum menjadikannya menu rutin, penting untuk memahami risikonya.

 

Pada akhirnya, menikmati telur setengah matang memang memberikan sensasi tersendiri. Namun, sebelum menjadikannya menu rutin, penting untuk memahami risikonya. Jika keamanan telur tidak bisa dipastikan, sebaiknya konsumsi telur matang sepenuhnya agar terhindar dari infeksi bakteri yang berbahaya. Jadi, meskipun lezat dan kaya nutrisi, mengolah telur dengan benar tetap menjadi kunci utama untuk menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan Anda. (ys)

Editor : A. Nugroho
#salmonella #matang #setengah #telur