Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Menjamurnya Tren Portable Photobox dan Photobooth di Malang Raya, Dari Pinggir Jalan, Langsung Cetak Foto

A. Nugroho • Minggu, 7 September 2025 | 17:17 WIB
SERU: Sejumlah anak muda foto di Potapotobox Self Studio yang tengah keliling di daerah Blimbing. Photobox keliling menawarkan kemudahan kepada konsumen tanpa harus datang ke studio.
SERU: Sejumlah anak muda foto di Potapotobox Self Studio yang tengah keliling di daerah Blimbing. Photobox keliling menawarkan kemudahan kepada konsumen tanpa harus datang ke studio.

RADAR MALANG - Tren photobox kembali menjamur di Kota Malang sejak dua tahun lalu. Tidak sekadar tempat berfoto, photobox menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk berfoto bersama dalam ruangan dengan berbagai latar belakang. Lalu mencetaknya dalam bingkai menarik.

Kini, konsepnya makin kreatif, yakni photobox keliling. Konsep baru ini mulai diperkenalkan oleh Islamai Zulfikar Gustaf, pemilik Potapotobox Self Studio.

”Seringnya kami buka di keramaian seperti pinggir jalan, jadi background-nya apa saja yang ada di belakang pelanggan,” ungkap Gustaf. Ide photobox keliling muncul dari keinginannya menghadirkan pengalaman baru. Berbeda dari latar belakang studio yang itu-itu saja. Inspirasi ini ia dapatkan dari Jawa Barat dan menjadi yang pertama di Malang.

Sejak dibuka pada bulan Juli lalu, Potapotobox keliling langsung mendapat respons positif. Gustaf menceritakan, saat pertama kali hadir di Car Free Day (CFD), lebih dari 20 pelanggan datang hanya dalam waktu empat jam. Angka ini meningkat pesat dibandingkan studio utama mereka di Kelurahan Sawojajar yang telah berdiri dua tahun lalu.

”Sekalian kami juga mengembangkan brand awareness produk kami,” tambah Gustaf. Photobox keliling ternyata lebih simpel dari sisi persiapan. Semua proses, mulai dari pengambilan foto hingga pencetakan sudah terintegrasi dalam satu sistem.

Pelanggan hanya perlu menekan tombol sesuai keinginan dan foto bisa langsung dicetak dalam waktu 10-12 detik. Karena konsepnya mobile, Gustaf juga menggunakan lensa wide untuk menangkap rombongan yang berfoto bersama.

Mayoritas pengunjungnya adalah perempuan muda, terutama mahasiswa berusia 20-25 tahun yang gemar mengabadikan momen bersama teman. Tidak hanya di jalanan, layanan photobox keliling ini kini kerap diminta untuk berbagai event dan kolaborasi dengan instansi maupun komunitas.

Dari sisi harga, Potapotobox cukup bersaing. Per dua strip foto, pelanggan cukup merogoh kocek Rp 30 ribu. ”Tapi kami bisa jamin kualitas fotonya tidak akan pudar dalam setahun,” pungkas Gustaf.

Dengan konsep yang fleksibel, cepat, dan menyenangkan, photobox keliling bukan hanya menjadi tren, tetapi juga pengalaman baru bagi warga Malang yang ingin mengabadikan momen dengan cara lebih kreatif. (aff/adn)

Editor : A. Nugroho
#Car Free Day (CFD) #pinggir jalan #malang #photobox