RADAR MALANG - Musik selalu punya cara tersendiri untuk menyatukan orang, baik lewat lirik yang menyentuh maupun irama yang membangkitkan semangat. Di tengah derasnya tren musik global, karya-karya lokal justru semakin menunjukkan daya tariknya. Banyak pendengar kini mulai melirik warna musik baru yang segar, berbeda, dan punya karakter kuat.
Salah satunya datang dari kawasan Timur Indonesia. Lagu-lagu Timur kini tengah naik daun dengan ciri khasnya yang sederhana namun penuh rasa. Tidak hanya viral di media sosial, tetapi juga banyak diputar di layanan streaming musik, menjadikan musik Timur semakin dikenal dan dicintai oleh pendengar dari berbagai daerah.
1. Tabola Bale
Lagu yang satu ini masih menjadi tren di banyak media sosial. Uniknya, Tabola Bale ini menggabungkan bahasa Melayu lokal dengan bahasa Minang. Hal ini menghasilkan harmoni yang indah sekaligus kaya akan budaya.
Dengan gaya musik yang anti boring, lagu ini menceritakan tentang rasa jatuh cinta yang kuat hingga membuatnya merasa gelisah. Hal ini karena melihat perubahan penampilan wanita yang telah dikenalnya menjadi sangat cantik setelah pulang dari perantauan. Lagu ini juga menyoroti dilema dan harapan yang dihadapi dalam kisah cinta tersebut.
2. Stecu Stecu
Lebih dulu populer dibandingkan Tabola-Bale, lagu ini menjadi tren khususnya di TikTok. Lagu Stecu Stecu ini memadukan bahasa gaul khas anak muda yang dipadukan dengan nuansa bahasa Timur. Liriknya sendiri penuh dengan kode-kode halus dan sindiran yang menggambarkan dinamika percintaan masa kini.
Makna lagu garapan Faris Adam ini menceritakan tentang dinamika pendekatan dalam hubungan cinta. Seringkali dalam fase tersebut, salah satu pihak bersikap stecu (setelah cuek) untuk menguji pasangannya. Kata stecu ini sendiri berarti menunjukkan sikap acuh tak acuh yang disengaja meskipun ada perasaan suka.
3. Pica Pica
Lagu yang satu ini juga tidak kalah populer di kalangan anak muda. Lirik lagu Pica Pica ini sendiri menggunakan bahasa daerah khas Timur, seperti bahasa Melayu Ambon.
Makna lagu ini sendiri adalah ajakan untuk bersenang-senang, berpesta, dan bergoyang penuh semangat. Ungkapan "pica-pica" sendiri secara harfiah mengartikan gerakan tarian yang lincah, cepat, dan energik, seolah menari tanpa henti.
4. Ngapain Repot
Lagu ini sedang hangat dan naik daun belakangan ini. Ngapain Repot merupakan lagu yang menggunakan bahasa Indonesia dengan dialek Ambon atau Timur, yang memberikan ciri khas dan kekayaan budaya tersendiri. Dengan gaya yang santai dan nuansa hip-hop, sehingga mudah diterima dan menjadi tren di kalangan anak muda.
Lagu Ngapain Repot sendiri menggambarkan tentang permintaan kejelasan dan kejujuran dalam hubungan cinta. Maknanya sendiri menggambarkan hubungan yang seharusnya tidak rumit dan tidak ada drama.
Fenomena naik daunnya lagu-lagu Timur membuktikan bahwa musik Indonesia begitu kaya dan beragam. Bukan tidak mungkin, musik Timur akan semakin kokoh berdiri di panggung nasional bahkan internasional. Yuk selalu dukung musisi lokal! (kdk)