RADAR MALANG – Ubi jalar bukan hanya enak diolah menjadi camilan atau makanan pokok, tetapi juga termasuk tanaman yang mudah ditanam di rumah. Dengan sedikit lahan di pekarangan atau bahkan hanya menggunakan polybag besar, warga bisa membudidayakan ubi jalar secara organik tanpa biaya besar.
Kelebihan ubi jalar adalah bisa tumbuh subur di berbagai kondisi tanah dan iklim, termasuk di Malang yang memiliki cuaca sejuk di dataran tinggi maupun hangat di wilayah perkotaan. Hal ini membuat ubi jalar menjadi salah satu pilihan tepat bagi warga yang ingin mencoba berkebun sederhana di rumah.
Selain itu, menanam ubi jalar juga bermanfaat dari sisi ekonomi. Hasil panennya tidak hanya bisa dikonsumsi sendiri, tetapi juga diolah menjadi beragam produk olahan, mulai dari keripik hingga jajanan pasar, yang punya nilai jual cukup tinggi. Dengan sedikit ketelatenan, kegiatan ini bisa menjadi peluang usaha rumahan.
1. Persiapan Bibit
Bibit bisa diperoleh dari dua sumber:
- Dari Umbi: Rendam umbi hingga muncul tunas, kemudian bisa langsung dipindahkan ke media tanam.
- Dari Stek Batang: Potong batang ubi jalar sehat, buang sebagian daun, lalu tancapkan ke tanah atau rendam dalam air hingga keluar akar.
Pilih bibit yang sehat, bebas hama, dan berasal dari varietas unggul untuk hasil lebih maksimal.
2. Penyiapan Media Tanam
Tanah yang baik untuk ubi jalar adalah tanah gembur, lempung berpasir, dan tidak mudah tergenang air. Sebelum ditanami, lahan perlu dicangkul atau dibajak agar lebih gembur. Campurkan pupuk organik seperti kompos, pupuk kandang, atau bokashi agar tanah kaya nutrisi.
3. Proses Penanaman
- Buat lubang tanam sedalam 10–15 cm.
- Tanam bibit ubi jalar dengan jarak antar tanaman sekitar 30–40 cm dan antar barisan 80–100 cm.
- Setelah ditanam, padatkan tanah di sekitar bibit lalu siram secukupnya agar lembap.
4. Perawatan Tanaman
- Penyiraman: Lakukan rutin terutama di awal pertumbuhan atau saat musim kemarau.
- Pemupukan Susulan: Berikan pupuk organik tambahan setiap beberapa minggu sekali.
- Sinar Matahari: Pastikan tanaman mendapat sinar 6–8 jam sehari.
- Pengendalian Hama: Gunakan pestisida nabati atau cara alami untuk mencegah serangan hama.
5. Panen Ubi Jalar
Umumnya ubi jalar siap dipanen setelah 3–4 bulan masa tanam. Tandanya, daun mulai menguning dan batang terlihat tua. Gali umbi dengan hati-hati agar tidak rusak. Setelah dipanen, ubi bisa langsung dikonsumsi atau disimpan di tempat kering.
Dengan cara menanam yang sederhana, ubi jalar bisa menjadi tanaman alternatif yang bermanfaat bagi warga Malang. Selain membantu menghemat pengeluaran dapur, hasil panennya juga bisa dijadikan berbagai menu sehat yang cocok disantap bersama keluarga. Bahkan jika dikembangkan lebih serius, ubi jalar berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan.
Menanam ubi jalar di rumah bukan hanya kegiatan bercocok tanam, tetapi juga wujud kemandirian pangan. Dari lahan sempit sekalipun, warga bisa membuktikan bahwa berkebun itu menyenangkan dan menyehatkan. Jadi, tak ada salahnya mencoba menanam ubi jalar di rumah mulai sekarang. (id)
Editor : A. Nugroho