Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Metamorfosis Samsa, Karya Franz Kafka, Sastrawan dari Jerman : Perubahan Esktrem dalam Hidup yang Membuat Kamu Tak Lagi Dihargai

A. Nugroho • Selasa, 16 September 2025 | 20:01 WIB

 

METAMORFOSIS SAMSA: Gregor Samsa mendapati dirinya telah berubah menjadi seekor serangga raksasa.
METAMORFOSIS SAMSA: Gregor Samsa mendapati dirinya telah berubah menjadi seekor serangga raksasa.

MALANG — Kafka adalah anak sulung di keluarga Yahudi yang tinggal di kawasan Bohemia, Praha, Ceko. Awalnya, Kafka memiliki dua adik laki-laki yang kemudian meninggal saat masih bayi. Tidak lama dari itu, Kafka memiliki tiga adik perempuan.

Kondisi ini cukup memperihatinkan bagi Kafka yang menjadi satu-satunya anak laki-laki di keluarga tersebut. Pada akhirnya, Kafka merasa kurang mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya.

Ayah Kafka, Hermann Kafka merupakan sosok yang otoriter, temperamental, dan hampir tidak pernah memperhatikan bakat Kafka yang tumbuh sejak kecil, yaitu menulis. Begitupun dengan ibu Kafka, Julie Kafka yang tidak memperdulikan bakat yang dimiliki Kafka.

Saat dewasa, Franz Kafka berkuliah di Universitas Charles-Ferdinand di Praha, Ceko. Ia mempelajari hukum dan filsafat.  Pada tahun 1906, ia memperoleh gelar doktor dalam bidang hukum. Namun, Kafka tidak pernah benar-benar bekerja sebagai pengacara. Sebagai gantinya ia bekerja di sebuah perusahaan asuransi.

Di waktu luangnya, ia menulis cerita dan novel yang kemudian membuatnya menjadi salah satu sastrawan terkenal abad ke-20. Salah satu karya yang terkenal yakni Metamorfosis Samsa. Dengan tokoh utama bernama Gregor Samsa.

Seorang pria yang bekerja keras untuk menghidupi keluarganya terbangun dalam keadaan dirinya berubah menjadi serangga raksasa yang menjijikan.

Franz Kafka tidak pernah memberikan penjelasan dalam terjadinya metamorfosis yang dialami oleh Gregor Samsa. Sehingga tidak ada penyebab yang jelas, tidak ada kutukan, dan tidak ada keajaiban yang bisa dilacak atas kejadian ini.

Metamorfosis Samsa mengisahkan tentang keterasingan yang memberikan gambaran bahwa manusia sebenarnya adalah makhluk yang rapuh. Gregor, yang kini menjadi serangga  masih berpikir sebagai manusia. Dia masih peduli dengan pekerjaannya, dengan kesejahteraan keluarganya, dengan bagaimana dia bisa membantu mereka.

Hari demi hari sesuatu yang tak pernah dibayangkan sebelumnya akhirnya menyadarkan Gregor. Ayah, ibu, dan adiknya tidak lagi melihat dia sebagai seseorang yang selalu berjuang untuk keluarga tapi mereka melihatnya sebagai serangga yang menjijikan.

Terkadang kamu berharap dicintai karena siapa dirimu, namun pada kenyataannya kamu dicintai karena apa yang kamu berikan.

Selama Gregor bisa bekerja dan menghidupi keluarganya dia adalah anak yang baik dan kakak yang bisa diandalkan. Tapi begitu dia kehilangan dirinya, kasih sayang mulai terkikis. Perlahan, kehadirannya berubah dari sesuatu yang menyedihkan menjadi sesuatu yang mengganggu.

Cinta dan loyalitas, menurut Kafka adalah hal yang bersyarat. Selama Gregor berguna dia sangat dihargai. Namun begitu dia tidak lagi bisa memberikan manfaat dia malah menjadi beban. Ini adalah kebenaran yang pahit tetapi terjadi berulang kali di dunia nyata.

Contohnya seperti orang tua yang menua, anggota keluarga yang sakit, bahkan mereka yang gagal memenuhi ekspektasi. Seberapa sering kamu berpaling dari mereka, seperti yang dilakukan keluarga Samsa?

Kafka tidak memberikan harapan dalam cerita ini. Tidak ada momen penyadaran, tidak ada pemulihan, tidak ada pelajaran moral yang bisa membuat semuanya terasa lebih baik. Hanya ada kesadaran pahit bahwa Gregor. Sosok yang begitu peduli dengan keluarganya, pada akhirnya hanyalah sesuatu yang harus disingkirkan agar mereka bisa melanjutkan hidup.

Dan mungkin, itulah yang paling menakutkan dari semuanya. Bukan tentang perubahan fisik Gregor, tetapi betapa cepatnya mereka melupakan Gregor. Metamorfosis adalah kisah yang sangat personal. Ini tentang beratnya tanggung jawab, tentang perasaan terjebak dalam hidup yang tidak pernah dipilih, tentang fakta yang membuat kamu sadar bahwa kamu bisa digantikan. Kisah Kafka yang memiliki hubungan  rumit dengan keluarganya jelas terpantul dalam cerita ini.

Tentu saja kamu sudah mengira dari awal, bukan? Bahwa kisah ini berakhir tragis dan tak ada hal-hal yang indah. Begitulah fakta yang pahit, terkadang kamu dicintai bukan karena siapa kamu tapi karena apa yang bisa kamu berikan? (dbr)

Editor : A. Nugroho
#Franz Kafka #Berikan #Dicintai #praha ceko #Metamorfosis #serangga baru