Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3 Rekomendasi Novel Ahmad Tohari yang Wajib Dibaca, Mulai Dari Ronggeng Dukuh Paruk hingga Orang Orang Proyek

A. Nugroho • Rabu, 17 September 2025 | 19:45 WIB
WAJIB BACA: Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dengan cerita yang menarik
WAJIB BACA: Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari dengan cerita yang menarik

RADAR MALANG – Nama Ahmad Tohari sudah lama melekat sebagai salah satu sastrawan besar Indonesia. Ia dikenal lewat gaya penulisan yang sederhana, tetapi sarat makna, dengan cerita yang membumi serta dekat dengan kehidupan rakyat kecil.

Karya-karyanya kerap mengangkat suasana pedesaan, tradisi, hingga potret sosial masyarakat yang jarang mendapat sorotan dalam sastra populer. Tak heran jika novel-novelnya masih relevan dibaca lintas generasi, karena menyimpan nilai moral, kearifan lokal, hingga kritik sosial yang halus namun tajam.

Bagi pecinta sastra Indonesia, membaca karya Ahmad Tohari ibarat menyelami denyut nadi kehidupan desa yang penuh dinamika. Berikut tiga novel karyanya yang wajib masuk daftar bacaan:

1. Ronggeng Dukuh Paruk

Novel ini mungkin yang paling dikenal dari Ahmad Tohari. Ia menggambarkan kehidupan sebuah desa kecil bernama Dukuh Paruk dengan tokoh utama Srintil, seorang penari ronggeng. Melalui kisah Srintil, pembaca diajak memahami bagaimana tradisi, kemiskinan, dan politik bisa memengaruhi nasib seseorang.

Tohari dengan piawai memotret kehidupan rakyat desa yang rentan terombang-ambing oleh keadaan di luar kendali mereka. Lebih dari sekadar cerita tentang ronggeng, novel ini menghadirkan refleksi tentang tubuh perempuan yang kerap menjadi objek, serta bagaimana masyarakat terjebak dalam lingkaran tradisi yang sulit diputus. 

2. Bekisar Merah

Kisah ini berpusat pada tokoh Lasi, seorang perempuan desa yang kemudian harus hidup di kota besar setelah menikah dengan lelaki kaya. Lasi digambarkan sebagai sosok yang terombang-ambing antara kehidupan lamanya yang sederhana dengan kehidupan baru yang penuh gemerlap, tetapi juga sarat masalah.

Melalui Bekisar Merah, Tohari kembali menyoroti posisi perempuan dalam masyarakat. Novel ini memperlihatkan kontras kehidupan desa dan kota, sekaligus menjadi kritik terhadap ketimpangan sosial serta nilai-nilai yang sering mengorbankan perempuan. Dengan gaya bahasa khasnya, Tohari menghadirkan cerita yang menyentuh dan relevan hingga kini.

3. Orang-Orang Proyek

Berbeda dari dua novel sebelumnya, Orang-Orang Proyek mengambil latar pembangunan sebuah proyek di era Orde Baru. Novel ini menggambarkan para pekerja proyek yang berjuang di tengah kerasnya kehidupan, praktik korupsi, serta tekanan dari pihak-pihak berkuasa.

Ahmad Tohari berhasil menghidupkan kisah para tokoh sederhana yang harus menghadapi realitas pahit pembangunan. Novel ini menampilkan sisi lain dari pembangunan nasional, bahwa di balik gedung-gedung megah, ada banyak cerita tentang penderitaan rakyat kecil yang tidak pernah tersorot.

Membaca karya Ahmad Tohari bukan hanya tentang menikmati alur cerita, tetapi juga memahami denyut kehidupan bangsa Indonesia dari sudut pandang rakyat kecil. Dari pedesaan yang sarat tradisi hingga hiruk pikuk pembangunan, ia mampu meramu narasi yang menggugah hati sekaligus membuka mata.

Tiga novel di atas hanyalah sebagian kecil dari kontribusinya yang besar bagi sastra Indonesia. Dengan membaca Ahmad Tohari, pembaca diajak untuk tidak melupakan akar budaya dan tetap peka terhadap realitas sosial yang ada di sekitar. (gg)

Editor : A. Nugroho
#Rekomendasi novel Ahmad Tohari #rekomendasi novel #Ronggeng Dukuh Paruk #Orang Orang Proyek #Ahmad Tohari