MALANG - Apakah kamu percaya mitos keberuntungan yang berkembang di masyarakat Indonesia? Tak hanya di Indonesia, Jerman, dengan kekayaan budayanya yang luar biasa, juga dikenal dengan berbagai mitos keberuntungan yang menyertai kehidupan masyarakat dari generasi ke generasi. Mitos-mitos ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi lisan, tetapi juga menggambarkan kepercayaan, nilai-nilai, serta cara memandang masyarakat terhadap alam dan kehidupan.
Gluecksbringer, yang secara harfiah berarti pembawa keberuntungan adalah jimat keberuntungan yang umum dan dikenal di seluruh Jerman. Kamu akan melihatnya sekitar Tahun Baru dan pada kartu ulang tahun atau pada kesempatan apa pun saat seseorang dapat menggunakan keberuntungan. Berikut adalah beberapa hal yang dipercaya orang Jerman dapat membawa keberuntungan:
Die Bremer Stadtmusikanten
Dongeng Musisi dari Bremen mengisahkan tentang empat ekor hewan, yaitu ayam jantan, kucing, anjing dan keledai. Menurut cerita tersebut, seekor keledai, seekor anjing, seekor kucing, dan seekor ayam jantan berangkat dalam perjalanan ke Bremen untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Setelah kamu menemukan Bremen Town Musicians, kamu akan melihat kaki depan keledai yang mengilap.
Menyentuhnya dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan, jadi saat kamu berada di sana, kamu harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membuat permohonan atau berharap sedikit keberuntungan. Namun, pastikan menggosok kedua kaki dengan kedua tangan.
Gluecksschwein - Babi Keberuntungan
Babi di Jerman melambangkan keberuntungan dan nasib baik, yang tercermin dalam ungkapan umum untuk keberuntungan “Schwein haben” atau “Schweineglueck”. Asal usul ungkapan ini diyakini berasal dari Abad Pertengahan ketika pihak yang kalah dalam sebuah kompetisi menerima seekor babi sebagai hadiah hiburan. Sebagai simbol keberuntungan, babi marzipan, yang sering kali diberi daun semanggi di mulutnya, dijual pada Tahun Baru di Jerman.
Gluecksklee - Semanggi Berdaun Empat
Pernahkah kamu menemukan semanggi berdaun empat? Jika ya, kamu mungkin beruntung karena semanggi berdaun empat sangat langka. Itulah sebabnya mengapa vierblättrige Kleeblatt dianggap sebagai pembawa keberuntungan. Ada semanggi khusus yang ditanam pada Hari Tahun Baru saat orang-orang di Jerman saling mengucapkan selamat beruntung. Mereka mencoba mencari keberuntungan tidak hanya dengan harapan tetapi juga dengan simbol.
Hufeisen - Tapal Kuda
Kuda selalu menjadi simbol kekuatan sekaligus hewan yang berharga. Hufeisen (secara harfiah berarti kuku besi) atau tapal kuda melindungi kuda dan pada akhirnya segala sesuatu yang melindungi kuda dipandang sebagai simbol keberuntungan. Tapal kuda dianggap membawa keberuntungan jika ditemukan.
Orang-orang memaku tapal kuda di atas pintu rumah mereka untuk mengusir penyihir dan roh jahat serta mendatangkan keberuntungan. Jika tapal kuda terbuka di bagian atas, maka semua keberuntungan dapat terkumpul, sedangkan keberuntungan akan hilang jika tapal kuda yang terbuka di bagian bawah digantung.
Itulah beberapa hal yang populer di Jerman dan di anggap sebagai pembawa keberuntungan. Kamu bisa temukan hal-hal tersebut di Indonesia, bukan? (dbr)
Editor : A. Nugroho