RADAR MALANG - Menggoreng makanan memang sering dianggap cara praktis sekaligus menggugah selera. Tidak sedikit orang yang lebih suka sayuran dalam bentuk gorengan karena teksturnya lebih renyah dan rasanya gurih.
Namun, di balik kelezatan tersebut, ternyata tersembunyi bahaya yang tidak bisa dianggap sepele. Proses penggorengan pada suhu tinggi dapat memicu terbentuknya senyawa berbahaya, salah satunya akrilamida, yang dikenal bersifat karsinogenik atau pemicu kanker.
Berikut sayur yang dapat memicu kanker apabila digoreng
- Kubis atau Kol
Kubis dikenal kaya akan serat dan vitamin. Namun, saat dimasak dengan cara digoreng, kol dapat berubah menjadi sumber senyawa karsinogen.
Proses pemanasan tinggi juga berpotensi menghasilkan nitrit yang berbahaya bagi tubuh. Jika dikonsumsi terus-menerus dalam bentuk gorengan, kol justru bisa meningkatkan risiko kanker dan merusak fungsi tubuh.
- Brokoli
Brokoli sering dijuluki “superfood” karena kandungan antioksidannya yang tinggi. Sayangnya, bila digoreng, brokoli justru kehilangan manfaat tersebut.
Proses penggorengan dapat merusak sel-sel alami dalam brokoli dan memicu pembentukan senyawa nitrit yang bersifat karsinogenik. Akibatnya, alih-alih menyehatkan, brokoli goreng bisa meningkatkan peradangan dalam tubuh.
- Terong
Terong merupakan salah satu sayuran populer untuk digoreng, terutama sebagai lauk pendamping. Namun, terung mengandung asparagin, zat yang ketika dipanaskan pada suhu tinggi bisa berubah menjadi akrilamida.
Selain memicu risiko kanker, konsumsi terung goreng berlebihan juga bisa berdampak pada tekanan darah dan kesehatan jantung.
- Wortel
Wortel kaya akan beta karoten dan gula alami. Tetapi, ketika gula alami tersebut dipanaskan pada suhu tinggi saat digoreng, ia dapat bereaksi dengan asam amino dan menghasilkan akrilamida.
Senyawa ini terbukti berbahaya karena bersifat karsinogenik. Dengan kata lain, wortel goreng yang tampak lezat justru bisa mengancam kesehatan dalam jangka panjang.
Itulah sayuran yang dapat memicu kanker apabila digoreng.
Menggoreng memang membuat sayuran terasa lebih gurih, tetapi proses ini dapat merusak nutrisi penting sekaligus memicu terbentuknya senyawa karsinogenik berbahaya.
Demi kesehatan jangka panjang, masyarakat disarankan membatasi konsumsi sayuran goreng dan beralih ke metode memasak yang lebih aman.
Dengan begitu, manfaat sayuran tetap bisa diperoleh tanpa mengorbankan kesehatan tubuh. (rv)
Editor : A. Nugroho