RADAR MALANG - Banyak orang menganggap karpet hanya sebagai pelengkap interior rumah. Namun, tak sedikit yang lupa bahwa karpet adalah salah satu benda yang paling mudah menyimpan debu, kotoran, bahkan tungau penyebab alergi.
Karpet yang jarang dibersihkan dalam jangka waktu lama bisa menjadi sarang kuman dan memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari batuk, sesak napas, hingga iritasi kulit.
Menurut pakar kebersihan rumah tangga, debu dan kotoran yang menumpuk di karpet dapat mengendap hingga ke serat terdalam. Jika dibiarkan, kondisi tersebut bisa memicu pertumbuhan jamur serta menimbulkan bau tak sedap.
Tips Membersihkan Karpet di Rumah
1.Gunakan Vacuum Cleaner Secara Rutin
Minimal seminggu sekali, vakum karpet agar debu tidak menumpuk. Fokuskan pada area yang sering dilewati orang.
2.Bersihkan Noda Secepatnya
Jika ada tumpahan minuman atau makanan, segera bersihkan dengan kain lembut dan cairan pembersih khusus karpet agar noda tidak membekas.
3.Cuci Karpet Secara Berkala
Untuk hasil maksimal, cuci karpet di jasa profesional setidaknya setiap 3–6 bulan sekali. Karpet yang tebal atau sering dipakai sebaiknya dicuci lebih sering.
4.Jemur di Tempat Terbuka
Setelah dicuci, pastikan karpet benar-benar kering. Karpet lembap bisa menimbulkan bau apek dan memicu pertumbuhan jamur.
Dampak Jika Karpet Tak Pernah Dibersihkan
Jika karpet tidak dibersihkan dalam waktu lama, dampaknya bisa serius. Mulai dari menurunnya kualitas udara dalam ruangan, munculnya bau tidak sedap, hingga gangguan kesehatan.
Anak-anak dan lansia bahkan lebih rentan terkena dampaknya, terutama alergi dan masalah pernapasan. Menjaga kebersihan karpet sama pentingnya dengan membersihkan rumah secara keseluruhan. Karpet yang bersih tidak hanya membuat rumah lebih nyaman, tetapi juga menjaga kesehatan keluarga tetap terjaga. (nae)
Editor : A. Nugroho