Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pertarungan Laptop Gaming 10 Jutaan: Axioo Pongo 725 vs Kompetitor, Apakah Masih Worth It di 2025?

A. Nugroho • Selasa, 14 Oktober 2025 | 19:11 WIB
PERFORMA DEWA: Adu Spek Axioo Pongo 725 vs Laptop Gaming Lain
PERFORMA DEWA: Adu Spek Axioo Pongo 725 vs Laptop Gaming Lain

RADAR MALANG - Di tengah derasnya arus laptop gaming baru di tahun 2025, pertanyaan klasik terus muncul Masih worth it nggak sih beli Axioo Pongo 725?” Laptop lokal besutan Axioo ini memang pernah mencuri perhatian karena menawarkan performa gaming tangguh dengan harga di kisaran Rp 9–10 jutaan. Tapi bagaimana nasibnya sekarang jika dibandingkan dengan rival-rival baru seperti Asus TUF Gaming F15 dan HP Victus 15? Yuk, kita bahas pengalaman, performa, dan alasan kenapa Pongo 725 masih layak dipertimbangkan atau mungkin perlu upgrade.

 

Siapa yang Lebih Gesit?

Axioo Pongo 725 hadir dengan Intel Core i7-12650H (12th Gen) dan RTX 2050 (4GB GDDR6), RAM 16 GB dual-channel, serta SSD NVMe 512 GB. Untuk kelas harga Rp10 jutaan, ini sudah masuk kategori “mantap”. Dalam pengalaman penggunaan, laptop ini mampu menjalankan Valorant, GTA V, hingga Cyberpunk 2077 dengan stabil di setting medium–high berkat dukungan DLSS dari RTX.

Namun, jika dibandingkan dengan Asus TUF F15 FX507ZC4, yang membawa Intel i5-12500H dan RTX 3050 (95W), performa gaming-nya sedikit tertinggal. TUF mampu menembus frame rate lebih tinggi karena GPU-nya lebih kuat dan sistem pendinginannya lebih efisien. Sementara HP Victus 15 punya spesifikasi serupa dengan RTX 2050, tapi unggul di layar 144 Hz dengan color accuracy lebih baik untuk konten kreator.

Kesimpulannya, secara performa mentah Pongo 725 masih bisa diandalkan, namun sedikit kalah di segi efisiensi daya dan stabilitas frame rate dibanding pesaing besar yang sudah mapan.

 

Desain, Pendinginan, dan Kenyamanan Penggunaan

Saat pertama kali digunakan, Pongo 725 terasa cukup solid untuk ukuran laptop lokal. Bodi-nya berdesain minimal gaming look tidak terlalu mencolok tapi tetap gagah. Keyboard backlit-nya nyaman untuk mengetik lama, meski key travel-nya agak pendek. Dalam sesi gaming sekitar dua jam, suhu CPU bisa menyentuh kisaran 85°C, tapi masih dalam batas aman.

Sementara Asus TUF unggul di sisi pendinginan dengan sistem Dual Fan Arc Flow dan Anti-Dust Cooling. Pengalaman penggunaannya lebih tenang dan tidak mudah panas. Di sisi lain, HP Victus lebih mengutamakan desain elegan dengan bodi ramping dan kipas yang lebih senyap—cocok buat mahasiswa atau pekerja yang sering nongkrong di kafe.

Jadi, jika kamu lebih fokus ke tampilan kalem dan tidak ingin laptop berisik saat kerja, HP Victus bisa jadi pilihan. Namun, kalau ingin laptop dengan karakter khas Indonesia yang solid dan harga hemat, Pongo 725 tetap terasa “berjiwa lokal tapi berani tarung.”

 

Visual dan Pengalaman Harian

Layar 15,6 inci Full HD 144 Hz milik Axioo Pongo 725 memberikan pengalaman visual yang cukup memanjakan mata. Saat digunakan untuk menonton Netflix atau bermain game dengan warna-warna cerah seperti Genshin Impact, tampilannya tajam dan responsif. Meski begitu, saturasi warnanya belum secerah panel milik Asus TUF yang sudah mencapai 100% sRGB.

Untuk kebutuhan editing ringan di Canva, CapCut, atau Photoshop, layar Pongo 725 sudah memadai. Namun, bagi konten kreator yang menuntut akurasi warna tinggi, Victus 15 akan terasa lebih cocok.

 

Axioo Pongo 725 ibarat underdog yang berani melawan raksasa. Ia mungkin bukan yang paling cepat, tapi kombinasi harga, spek, dan garansi lokal menjadikannya laptop yang tetap layak dipertimbangkan di tahun 2025. (mkp)

Editor : A. Nugroho
#laptop gaming #Axioo Pongo Series #malang