Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bukan Malu, Tapi Bangga! Tren Rewear Outfit Jadi Bentuk Nyata Gaya Hidup Cerdas dan Berkelanjutan di Era Fast Fashion

A. Nugroho • Senin, 20 Oktober 2025 | 21:32 WIB
Ilustrasi trend Rewear Outfit yang menarik
Ilustrasi trend Rewear Outfit yang menarik

RADAR MALANG - Di tengah derasnya arus tren fashion cepat yang berubah hampir setiap bulan, muncul gelombang baru yang justru berlawanan arah: rewear outfit.

Gaya hidup ini menekankan kebanggaan memakai ulang pakaian lama, bukan sekadar demi hemat, tapi juga sebagai langkah sadar untuk mengurangi limbah mode.

Kini, semakin banyak anak muda mulai sadar bahwa tampil stylish tak harus berarti membeli baju baru setiap minggu.

 

1. Melawan Budaya Sekali Pakai yang Mulai Ditinggalkan

Selama bertahun-tahun, banyak orang terutama pengguna media sosial, merasa enggan memposting foto dengan baju yang sama.

Namun, tren itu mulai berubah. Muncul kesadaran baru bahwa tidak ada yang salah dengan mengenakan pakaian lama berkali-kali. Bahkan, banyak influencer kini dengan bangga memamerkan gaya mix and match dari koleksi lama mereka.

2. Gerakan Ramah Lingkungan yang Nyata Efeknya

Industri fashion adalah salah satu penyumbang limbah terbesar di dunia. Setiap tahun, jutaan ton pakaian dibuang ke tempat pembuangan akhir.

Dengan rewear movement, masyarakat diajak untuk lebih bijak, membeli seperlunya, merawat pakaian lebih lama, dan menghargai setiap potongan baju yang dimiliki.

Selain itu, mengenakan ulang pakaian lama berarti ikut mengurangi jejak karbon dari proses produksi pakaian baru.

3. Kreativitas Tanpa Batas, Gaya Baru dari Lemari Lama

Bagi banyak anak muda, rewear bukan sekadar tren hemat, tapi juga ruang untuk berkreasi. Mereka menciptakan tampilan baru dengan memadukan baju lama dan aksesori kekinian.

Contohnya:

Layering baju lama dengan outer atau kemeja flanel.

Mengubah gaya klasik jadi street style dengan sneakers modern.

Menambahkan sentuhan DIY seperti bordir atau patch unik pada pakaian lawas.

Dengan cara ini, satu outfit bisa berubah jadi berbagai gaya tanpa harus belanja terus-menerus.

4. Media Sosial Jadi Penggerak Positif

Menariknya, platform seperti Instagram dan TikTok justru memperkuat gerakan rewear.

Banyak konten kreator fashion kini mengajak pengikutnya untuk tampil percaya diri dengan baju yang sama dalam berbagai kesempatan, membuktikan bahwa gaya sejati datang dari kreativitas, bukan isi lemari.

 

Tren rewear outfit bukan sekadar tren sesaat, melainkan langkah nyata menuju gaya hidup yang lebih sadar, hemat, dan berkelanjutan.

Di era ketika belanja online terasa terlalu mudah, memilih untuk memakai ulang baju lama adalah bentuk keberanian sekaligus kepedulian terhadap bumi.

Jadi, sebelum tergoda diskon fashion terbaru, coba cek dulu isi lemari, siapa tahu gaya terbaikmu justru sudah ada di sana sejak lama. (nae)

NYAMAN: Hasyim As'at tunjukkan kursi karyanya yang diberikan nama U-Djoeng Armchair.
NYAMAN: Hasyim As'at tunjukkan kursi karyanya yang diberikan nama U-Djoeng Armchair.
Editor : A. Nugroho
#outfit #gaya #Style