Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Popularitas Journaling sebagai Terapi Emosi: Kebiasaan Sederhana yang Menjadi Andalan Anak Muda di Tengah Tekanan Hidup Modern

A. Nugroho • Jumat, 28 November 2025 | 18:10 WIB

EKSPRESI: Menulis jurnal dengan kreatif membantu menenangkan pikiran, menata emosi, dan menjaga keseimbangan mental setiap hari.
EKSPRESI: Menulis jurnal dengan kreatif membantu menenangkan pikiran, menata emosi, dan menjaga keseimbangan mental setiap hari.
 

RADAR MALANG – Dalam beberapa tahun terakhir, journaling atau kebiasaan menulis catatan harian kembali digemari, terutama di kalangan anak muda. Apalagi dikalangan mahasiswa yang sibuk akan tugas.

Aktivitas sederhana ini tidak hanya menjadi hobi, tetapi juga dikenal sebagai terapi emosi yang efektif untuk meredakan stres, mengatur pikiran, dan mengenali diri sendiri. Tren ini berkembang pesat berkat gaya hidup digital yang semakin menuntut keseimbangan mental.

 

1. Journaling Membantu Mengatur dan Mengurai Emosi

Banyak anak muda merasa lebih lega setelah menuliskan apa yang mereka pikirkan. Dengan menuangkan perasaan ke dalam bentuk tulisan, mereka dapat memahami emosi yang sulit diungkapkan secara verbal. Proses ini bekerja seperti katarsis, membantu meredakan tekanan yang menumpuk sepanjang hari.

 

2. Mudah Dilakukan dan Tidak Membutuhkan Peralatan Khusus

Salah satu alasan journaling semakin populer adalah karena praktiknya yang sangat mudah. Cukup dengan buku catatan sederhana atau aplikasi ponsel, siapa pun bisa memulai. Tidak ada aturan baku dalam journaling, sehingga setiap orang dapat menulis sesuai gaya dan kenyamanan masing-masing.

 

3. Menjadi Sarana Mengenali Pola Stres dan Kebiasaan

Dengan melakukan journaling secara rutin, seseorang dapat melihat pola tertentu dalam hidupnya, mulai dari penyebab stres, perubahan suasana hati, hingga kebiasaan yang memengaruhi kesehariannya. Hal ini membuat journaling tidak hanya menjadi media ekspresi, tetapi juga alat untuk memahami diri lebih dalam.

 

4. Didukung Tren Visual dan Estetika di Media Sosial

Popularitas journaling juga didorong oleh maraknya konten estetik di media sosial. Banyak kreator membagikan inspirasi bullet journal, template mingguan, hingga dekorasi jurnal yang menarik. Hal ini membuat anak muda semakin tertarik dan termotivasi untuk mencoba journaling secara konsisten.

 

5.  Komunitas Journaling Semakin Berkembang

Di berbagai kota, termasuk Malang, telah bermunculan komunitas journaling yang rutin mengadakan sesi menulis bersama. Kegiatan ini memberikan ruang aman bagi peserta untuk mengekspresikan diri, saling berbagi cerita, dan saling mendukung. Suasana kolektif ini membuat journaling terasa lebih menyenangkan.

 

Dengan manfaat yang luas dan cara praktik yang sederhana, journaling menjadi pilihan banyak anak muda untuk menjaga kesehatan mental di tengah tekanan hidup modern. Kebiasaan menulis yang dulu dianggap kuno kini berubah menjadi bagian penting dari rutinitas harian. Journaling bukan sekadar tren, tetapi sebuah langkah kecil yang mampu memberi dampak besar bagi keseimbangan emosi. (nae)

 

Editor : A. Nugroho
#Anak Muda #journaling #terapi