Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

750 Burung Adu Kicau di Mbois Berkelas Cup

Aditya Novrian • Minggu, 7 Desember 2025 | 22:46 WIB

 

Seorang juri menilai kicauan burung dalam Mbois Berkelas Cup di Gantangan Lowokdoro pada Minggu (7/12). (Darmono/Radar Malang)
Seorang juri menilai kicauan burung dalam Mbois Berkelas Cup di Gantangan Lowokdoro pada Minggu (7/12). (Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA – Wisata Gantangan Malang Satu Titik (Gantangan Lowokdoro) kembali bergeliat. Setelah ditutup sejak 2023 hingga 2025 untuk proses penataan dan pengembangan, Pemkot Malang akhirnya melakukan reaktivasi.

Momentum pembukaan kembali itu ditandai dengan digelarnya lomba burung berkicau Mbois Berkelas Cup, Minggu (7/12). Event tersebut diikuti sebanyak 750 burung dari berbagai daerah.

Plt Kepala Disporapar Kota Malang Baihaqi menjelaskan, penutupan dua tahun terakhir digunakan untuk membenahi sejumlah fasilitas. Mulai area paddock, parkir, hingga toilet, agar lebih representatif bagi kicau mania.

”Sebagai penanda bahwa Gantangan Lowokdoro kembali dibuka, kami menggelar lomba burung ini,” ujarnya.

Panitia membuka 43 kelas perlombaan, mulai dari kelas wali kota, wakil wali kota, ketua DPRD, sekda, destinasi wisata, hingga ekonomi kreatif. Pendaftaran dibuka dua pekan terakhir dengan biaya tiket mulai Rp 35 ribu sampai Rp 200 ribu, tergantung kelas.

Dari seluruh kelas yang dibuka, total sekitar 750 burung ikut berlaga. Peserta dipisah di dua gantangan, A dan B.

Ragam jenis burung yang turun juga cukup berwarna. Antara lain cucak hijau, anis merah, murai batu, kenari, cendet, kacer, hingga burung-burung lainnya.

Puluhan doorprize disediakan panitia untuk meramaikan lomba. Mulai sepeda listrik, sangkar, hingga uang pemeliharaan. Disporapar memperkirakan ratusan pengunjung hadir untuk menyaksikan acara tersebut.

Seusai lomba, peserta dan pengunjung diajak bersama-sama melakukan aktivasi gantangan sebagai simbol bahwa fasilitas tersebut sudah bisa kembali digunakan.

”Ke depan, gantangan sudah dapat disewa kicau mania. Tarif hariannya Rp 425 ribu, sesuai Perda Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah,” jelas Baihaqi.

Ia menambahkan, keberadaan Gantangan Lowokdoro diharapkan ikut mendongkrak daya tarik wisata di Kota Malang. Menurutnya, agenda rutin lomba burung mampu memberikan efek domino bagi ekonomi lokal.

”Peserta biasanya datang dari luar kota dan perlu waktu istirahat untuk burung. Mereka bisa menginap dua hari atau lebih. Ini menggerakkan hotel, kuliner, hingga pusat perbelanjaan,” paparnya.

Baihaqi optimistis, dengan pembenahan fasilitas serta agenda lomba yang konsisten, Gantangan Lowokdoro bisa menjadi magnet baru bagi wisata minat khusus di Kota Malang.

”Semakin sering event digelar, semakin besar perputaran ekonomi yang tercipta,” tandasnya. (mel/adn)

 

Editor : Aditya Novrian
#kicauan burung #Gantangan