Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Setiap yang Bertemu Pasti Akan Berpisah: Simak Deretan Salam Perpisahan Bahasa Jerman untuk Percakapan Sehari Hari, Nomor 3 Bikin Kamu Terdengar Seper

A. Nugroho • Sabtu, 27 Desember 2025 | 00:06 WIB
Auf Wiedersehen: Frasa dalam bahasa Jerman yang berarti selamat tinggal.
Auf Wiedersehen: Frasa dalam bahasa Jerman yang berarti selamat tinggal.

RADAR MALANG — Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cermin budaya dan kebiasaan penuturnya. Dalam bahasa Jerman, ungkapan perpisahan memiliki ragam bentuk yang menyesuaikan situasi, hubungan, serta suasana percakapan yang sedang berlangsung.

Memahami salam perpisahan yang tepat akan membantu penutur terdengar lebih alami dan sopan. Bagi pelajar, pekerja, maupun pencinta bahasa asing, mengenali konteks penggunaan setiap ungkapan menjadi kunci agar komunikasi berjalan lancar dan tidak canggung.

 

  1. Auf Wiedersehen

Ungkapan Auf Wiedersehen merupakan salam perpisahan yang paling umum dan bersifat formal. Kalimat ini sering digunakan dalam pertemuan resmi, pelayanan publik, atau ketika berbicara dengan orang yang baru dikenal.

Dalam budaya Jerman, penggunaan bahasa formal mencerminkan sikap menghargai lawan bicara. Oleh karena itu, Auf Wiedersehen kerap terdengar di kantor, sekolah, atau saat berinteraksi dengan petugas layanan.

Meskipun formal, ungkapan ini tetap aman digunakan di berbagai situasi. Penutur pemula pun dianjurkan menguasainya terlebih dahulu sebelum beralih ke bentuk yang lebih santai.

 

  1. Tschuess sebagai pilihan santai sehari hari

Tschuess adalah salam perpisahan yang paling sering dipakai dalam percakapan nonformal. Ungkapan ini lazim digunakan di antara teman, keluarga, atau rekan kerja yang sudah akrab.

Kesan yang dibangun oleh Tschüss terasa hangat dan ramah. Kata ini menunjukkan kedekatan tanpa mengurangi kesopanan dalam konteks informal.

Bagi pelajar bahasa Jerman, Tschüss biasanya menjadi kosakata awal yang mudah diingat. Penggunaannya yang fleksibel membuatnya cocok untuk berbagai suasana kasual.

 

  1. Bis bald

Bis bald berarti sampai jumpa lagi dalam waktu dekat. Ungkapan ini sering digunakan ketika penutur yakin akan bertemu kembali dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Penggunaan Bis bald memberi kesan optimis dan akrab. Penutur seolah menegaskan bahwa perpisahan ini hanya sementara.

Di kalangan penutur asli, ungkapan ini terdengar natural dan tidak dibuat buat. Menggunakannya pada konteks yang tepat dapat membuat percakapan terasa lebih hidup.

  1. Bis spaeter

Bis spaeter memiliki makna sampai nanti atau sampai bertemu lagi. Ungkapan ini dipakai ketika pertemuan berikutnya masih di hari yang sama atau dalam waktu dekat.

Dalam percakapan sehari hari, Bis später sering diucapkan saat berpisah di sekolah atau tempat kerja. Kata ini mencerminkan kepastian akan pertemuan lanjutan.

Pemilihan ungkapan ini menunjukkan kejelasan rencana. Lawan bicara pun merasa dihargai karena adanya kepastian waktu bertemu kembali.

 

  1. Mach’s gut

Mach’s gut berarti semoga berjalan dengan baik atau jaga diri. Ungkapan ini biasanya dipakai dalam hubungan yang cukup dekat. 

Kalimat ini membawa pesan perhatian dan kepedulian. Tidak sekadar berpamitan, penutur juga menyampaikan harapan baik.

Dalam budaya Jerman, Mach’s gut menciptakan kesan personal tanpa terdengar berlebihan. Ungkapan ini cocok digunakan saat berpisah dengan teman atau kolega yang sudah dikenal dengan baik.

 

Kalau ingin ngobrol makin nyambung dan terdengar lebih natural, tidak ada salahnya mulai belajar bahasa Jerman dari hal hal sederhana. Dari satu salam perpisahan, kamu bisa pelan pelan terbiasa dan makin percaya diri pakai bahasa Jerman dalam obrolan sehari hari. (dbr)

 

Editor : A. Nugroho
#Bahasa Jerman #salam perpisahan