Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jasa Bantuan Serbabisa Makin Menjamur di Malang Raya, Mampu Antar Makanan sampai Titip Beli Bensin

Aditya Novrian • Minggu, 11 Januari 2026 | 05:42 WIB

APA PUN DIKERJAKAN: Anggota To Help Serba Bisa Malang memperbaiki genteng bocor milik pemesan. (To Help Serba Bisa Malang)
APA PUN DIKERJAKAN: Anggota To Help Serba Bisa Malang memperbaiki genteng bocor milik pemesan. (To Help Serba Bisa Malang)

FENOMENA jasa bantuan serbabisa kini mulai mencuri perhatian masyarakat. Layanan yang bisa membantu hampir semua kebutuhan ini semakin diminati. Hingga tak jarang penyedia jasa kewalahan menampung permintaan.

Salah satu yang tengah naik daun adalah “Mas Tolong Mas”, jasa serbabisa milik Yuliar Ade Kristanto atau Kris. Awal mula layanan ini lahir cukup sederhana. Yakni iseng mengisi waktu luang saat sedang magang.

Baca Juga: Kamus Bahasa Malangan: Taligoci, Istilah Lawas Permainan Layangan yang Mulai Jarang Dikenal

Namun, ide itu berubah menjadi peluang. Sejak saat itu, permintaan untuk jasanya membanjir secara tiba-tiba. Setiap hari, Kris harus menghadapi puluhan permintaan dari warga dengan ragam kebutuhan.

Mulai dari mengantar orang ketika motor rusak, membeli bensin, memperbaiki gawai, hingga yang paling diminati titip membeli makanan.

”Sejauh ini yang paling banyak minta dibelikan makanan. Mayoritas pelanggan memesan pada malam hari karena mereka mager (malas gerak) keluar rumah,” ujarnya.

Baca Juga: Liburan sambil Cari Cuan? Ini 3 Pilihan Kerja Part Time untuk Mahasiswa di Malang

Sayangnya, Kris hanya mampu melayani 5–7 pelanggan per hari. Layanan ini dijalankan sendiri dan hanya bisa dilakukan di sela-sela waktu magang, seperti saat berangkat atau pulang kantor. Akibatnya, setiap hari ada 5–10 permintaan yang harus ia tolak.

”Dengan keterbatasan tenaga, saya harus mengkurasi permintaan agar bisa melayani dengan maksimal,” katanya.

Yang menarik, tarif jasanya tidak baku. Kris membiarkan pelanggan membayar seikhlasnya. Baginya, kegiatan ini lebih dari sekadar mencari cuan.

”Ini juga cara saya mengeksplorasi sudut-sudut Kota Batu dan mengisi waktu luang. Saya memang suka jalan-jalan,” jelasnya.

Baca Juga: Disdik Instruksikan Pembelajaran di SMK Turen Digelar Daring karena Tak Ingin Korbankan Siswa

Melihat potensi yang besar, Kris mulai menimbang untuk memperluas layanan dengan mencari rekan kerja. Ia juga tengah merancang konsep baru, seperti teman nugas, teman ngopi, atau teman main, khusus untuk warga maupun wisatawan di Batu.

Dengan inovasi tersebut, ia berharap tak ada lagi pelanggan yang harus ditolak dan layanan serbabisa ini semakin bermanfaat bagi masyarakat. Fenomena “Mas Tolong Mas” seolah membuktikan satu hal. Kadang layanan sederhana yang hadir dari iseng bisa menjadi kebutuhan sehari-hari bagi banyak orang. (ori/adn)

 

Editor : Aditya Novrian
#Serbabisa #Malang Raya #Bantuan