MALANG KOTA - Menjadi mentor di lembaga bimbingan belajar (LBB) atau guru les privat juga tak kalah digemari oleh kalangan mahasiswa di Malang. Selain bisa mengisi waktu luang, menjadi mentor atau guru privat dianggap sebagai pekerjaan mulia karena merupakan bagian dari berbagi ilmu.
Selain itu, tentu saja, dapat menghasilkan cuan. Dan, pekerjaan ini punya waktu yang fleksibel. Waktunya bisa memilih sendiri. Makanya, di musim libur kuliah seperti sekarang, banyak mahasiswa yang menjadikannya pilihan bekerja selain menjadi barista.
Baca Juga: Kerja Part Time Barista di Malang, Ini Cuan yang Bisa Didapat Mahasiswa
Kanza, mahasiswa asal Pacitan, mengatakan, karena waktunya fleksibel, ia bahkan masih sempat pulang dulu ke rumah orang tuanya saat liburan kali ini. “Aku udah pulang ke Pacitan minggu lalu. Minggu ini balik ke Malang karena harus ngelesin,” kata mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) ini kepada Jawa Pos Radar Malang.
Kanza menjalani aktivitas sebagai guru les privat sejak 2025. Sejak masih musim perkuliahan. Itu berawal dari informasi yang diberikan orang tuanya sendiri.
Seperti diberitakan, bekerja paro waktu sudah biasa dilakukan oleh mahasiswa-mahasiswa di Malang. Tidak ada lagi urusan gengsi seperti dulu.
Bahkan, banyak mahasiswa dari keluarga mampu yang riang gembira melakukannya. Mereka menganggap itu bagian dari praktik tentang entrepreneurship yang diajarkan di kampus-kampusnya.
Menjadi guru les privat tidak mengganggu perkuliahan Kanza. Dia masih sangat bisa mengatur waktunya. Apalagi saat liburan seperti sekarang. “Aku ngajar cuma dua hari dalam seminggu,” sebutnya.
Lalu, berapa cuan yang bisa didapat? Sekali pertemuan, Kanza mengaku mendapat honor Rp 40 ribu. Dengan jadwal cuma dua pertemuan dalam seminggu, berarti dalam sebulan ia bisa mendapat Rp 320 ribu. Lumayan untuk menambah uang saku. Apalagi jika muridnya banyak. Angka Rp 1 juta dalam sebulan bukan hal yang sulit diraih.
Penulis: Dzaky Wildan Maulana
Editor : Aditya Novrian