SENSASI bermain mesin capit boneka bisa dibilang membuat seseorang ketagihan. Bahkan sampai lupa dia bisa menghabiskan uang banyak.
Keseruan itu dirasakan Siti Khadijah, mahasiswi Universitas Brawijaya. Ia mengaku sudah beberapa kali mencoba permainan claw machine di tenant FuniFun! Malang Town Square. Bagi Siti, permainan ini menjadi salah satu cara efektif untuk melepas penat di tengah padatnya aktivitas perkuliahan.
Pada kunjungan terbarunya, Siti bahkan menghabiskan saldo cukup besar. ”Hari ini (kemarin) paling banyak top up, sampai Rp 400 ribu,” tuturnya.
Dari nominal tersebut, ia berhasil membawa pulang 16 boneka dengan berbagai ukuran dan bentuk. Meski mengeluarkan biaya yang tidak sedikit, Siti menilai hasil yang diperoleh masih sepadan.
Menurutnya, jika membeli boneka dengan kualitas serupa di toko, harganya justru bisa lebih mahal. Selain itu, ada kepuasan tersendiri ketika boneka didapat melalui usaha dan keberuntungan sendiri.
Siti mengaku tidak memiliki trik khusus saat bermain. Ia hanya mengandalkan insting saat menggerakkan tuas dan menentukan posisi capit. Baginya, proses mencoba dan menunggu hasil itulah yang justru menjadi bagian paling menyenangkan.
”Kalau lagi hoki, bisa dapat berkali-kali,” katanya sambil tertawa.
Boneka-boneka hasil capit itu rencananya akan dijadikan koleksi pribadi. Siti tidak berniat menjualnya kembali. Ia menilai nilai utama dari permainan claw machine bukan terletak pada nilai jual boneka, melainkan pada pengalaman dan kepuasan saat berhasil mencapainya.
Pengalaman tersebut membuat Siti mengakui bahwa permainan ini cukup membuat ketagihan. Rasa penasaran untuk kembali mencoba selalu muncul, terutama setelah merasakan keberhasilan. Ia pun tak menutup kemungkinan untuk kembali bermain di lain waktu. ”Next time pasti bakal main lagi,” pungkasnya. (zan/adn)
Editor : Aditya Novrian