DOMINASI Gen Z dalam dunia fashion kian terasa. Kelompok satu ini tak hanya peduli penampilan, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap isu lingkungan. Tak heran jika model fashion berdesain bersih, minimalis, dan berbahan ramah lingkungan diprediksi bakal menjadi tren kuat sepanjang tahun ini.
Fashion Designer Kota Malang Tasha Nur Luansa menilai, kecenderungan Gen Z yang menyukai tampilan simpel namun bermakna mendorong desainer untuk menghadirkan busana yang clean design dan sustainable. Pilihan warna pun tak lepas dari standar global.
Baca Juga: 40 Model di Kota Malang Gelar Fashion Street bagi Masyarakat Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Tahun ini, kiblat warna dunia Pantone Matching System (PMS) menetapkan Cloud Dancer (PANTONE 11-4201) sebagai warna tahun ini, yang merepresentasikan ketenangan dan keseimbangan. Karakter warna ini dinilai selaras dengan selera Gen Z.
Beberapa model busana yang mulai banyak diminati antara lain kebaya janggan dengan potongan modern hingga kemeja polos bercutting minimalis. Model-model yang bersifat timeless ini digemari karena fleksibel dan bisa dipakai berulang kali.
”Jadi memang mainnya di styling baju,” ujar owner Bytash Studio itu.
Tak hanya desain, pemilihan material juga menjadi perhatian utama. Bahan eco-friendly seperti bamboo fabric, linen, dan katun kini semakin naik daun. Menurut Tasha, fashion sustainable mencakup tiga domain utama, yakni lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Baca Juga: Fashion dan Teknologi Berpadu di Malang Fashion Week 2025
”Dari sisi sosial dan ekonomi, contohnya batik, kain tenun, atau wastra Indonesia yang sekarang mulai ramai lagi,” lanjutnya.
Sementara dari sisi lingkungan, banyak desainer mulai memanfaatkan bahan-bahan tak terpakai untuk didaur ulang sehingga memiliki nilai tambah.
Konsekuensinya, harga busana dari brand lokal kini cenderung lebih tinggi. Namun, hal itu sejalan dengan perubahan pola pikir konsumen yang lebih mengutamakan kualitas dibanding kuantitas. Brand pun menyesuaikan dengan menghadirkan koleksi limited edition berbahan ramah lingkungan.
”Asal kualitasnya bagus dan eco-friendly, harga lebih tinggi tidak masalah,” tambah Tasha.
Keterbukaan informasi soal dampak fashion terhadap lingkungan juga membuat Gen Z semakin selektif. Desainer yang memiliki prinsip sejalan dengan nilai mereka dinilai akan bertahan lebih lama.(aff/adn)
Editor : Aditya Novrian