TREN fashion busana muslim terus bergerak mengikuti kebutuhan perempuan masa kini. Jika sebelumnya busana muslimah identik dengan acara-acara khusus atau momen formal, kini arahnya bergeser ke desain yang lebih timeless, fleksibel, dan mudah dipadupadankan untuk berbagai suasana.
Desainer busana muslimah Lailatul Farida menilai, tren tahun ini semakin menekankan kepraktisan. Busana dirancang agar bisa dikenakan untuk aktivitas harian, pengajian, hingga acara formal. Dalam banyak kasus, satu busana dapat difungsikan sebagai daily wear, lalu diberi sentuhan outer atau aksesori untuk tampilan yang lebih resmi.
”Kebutuhan wanita muslimah untuk tetap tampil stylish di berbagai aktivitas menjadi alasan utama pergeseran tren ini,” ujarnya.
Mobilitas perempuan yang semakin tinggi menuntut busana yang tidak hanya nyaman, tetapi juga adaptif, tanpa harus berganti pakaian di setiap agenda.
Perubahan tersebut membuat tren busana muslim tahun ini tampil lebih beragam. Sejumlah brand bahkan mulai menghadirkan busana muslim yang dirancang untuk aktivitas outdoor, termasuk olahraga seperti lari. Fenomena ini sejalan dengan meningkatnya minat muslimah pada gaya hidup aktif dan sehat.
Baca Juga: Lagi, Laila Ghani Luncurkan Koleksi Terbaru Fashion Hijab Syar’i Daily Series dan Evening Gown
Selain soal fungsi, sentuhan visual juga ikut berkembang. Tren 2026 ditandai dengan hadirnya motif monogram yang dipadukan dengan unsur etnik. Perpaduan ini dinilai tetap pantas untuk acara formal sekaligus memberi identitas kuat pada brand.
”Pattern logo brand kadang ditampilkan agar mudah dikenali dan menumbuhkan rasa bangga saat dikenakan,” kata owner butik Laila Ghani itu.
Lailatul juga menilai, tren fashion global memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan busana muslim di Tanah Air. Apalagi, sebagian besar penjualan kini dilakukan secara daring dengan jaringan reseller yang tersebar di berbagai daerah. Dengan arah yang semakin adaptif, busana muslim 2026 tak lagi sekadar simbol formalitas, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup wanita muslimah modern. (zan/adn)
Editor : Aditya Novrian