Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Waspada Teror Digital! Simak Cara Ampuh Amankan Data Pribadi Anda Agar Tidak Kebobolan

Aditya Novrian • Rabu, 28 Januari 2026 | 15:34 WIB
BENTENG DIGITAL: Cara untuk meminimalisir terjadinya kebocoran data digital anda. (Freepik)
BENTENG DIGITAL: Cara untuk meminimalisir terjadinya kebocoran data digital anda. (Freepik)

RADAR MALANG - Kasus kebocoran data di Indonesia memang telah mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan. Dilansir dari Katadata.co.id Indonesia menempati posisi ke-8 terbesar di dunia sepanjang 2020-2024 dengan estimasi 94,22 juta akun terdampak yang mengalami kebocoran. 

Data yang bocor seperti NIK, Nomor Telepon, Data Diri di KTP memiliki dampak langsung pada kerugian finansial dan keamanan kehidupan masyarakat. Karena akhir-akhir ini sering sekali seseorang mengatasnamakan orang terdekat untuk menipu orang lain dengan alasan Pinjaman Online (Pinjol) yang tak pernah dilakukan hingga penyalahgunaan data untuk kegiatan haram seperi Judi Online (Judol). 

Melansir panduan dari laman resmi Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), berikut cara amankan data pribadi kamu agar tidak kebobolan dan disalah gunakan untuk hal-hal terlarang: 

  1. Aktifkan Fitur Two Factor Authentication

Aktifkan 2FA di semua platfrom aplikasi anda khususnya pada media sosial seperti WhatsApp, Gmail, Mobile Banking, dan lain sebagainya untuk menghindari mengandalkan kata sandi.Kasus yang sering terjadi yaitu para peretas seringkali mengantongi username dan password calon yang akan diretas. Sehingga perlu adanya pengaktifan 2FA agar peretas tertahan di pintu kedua karena mereka tidak memiliki akses fisik ke ponsel atau aplikasi autentikator anda.

Cara mengaktifkan fitur 2FA ini biasanya tersedia pada fitur pengaturan tiap-tiap aplikasi media sosial. Biasanya fitur ini disebut sebagai “Two Step Verification” dimana pengguna akun harus mengirimkan kode verifikasi dari perangkat yang pertama kali digunakan dalam membuat sosial media.

  1. Hindari Mengunduh atau Mengklik File dengan format .APK yang Mencurigakan

Kegiatan peretasan yang dilakukan oleh hacker biasanya dilakukan dengan mengirim file atau dokumen dengan format dan nama yang unik agar cepat diklik oleh calon yang akan diretas. Hal ini menjadi modus penipuan paling umum dan sering terjadi, biasanya peretas akan mengirim dokumen dengan ukuran file yang sangat besar, nama file yang unik, dan sering sekali dalam bentuk format “.APK”. Jika file ini diklik atau diunduh maka peretas secara otomatis akan mendapatkan akses ke seluruh akun yang ada di perangkatmu dan mulai melakukan peretasan seperti pencurian data secara besar-besaran.

  1. Gunakan Kata Sandi yang Berbeda untuk Setiap Akun Sosial Media

Para pengguna media sosial di Indonesia seringkali menggunakan password yang sama dengan alasan mudah diingat. Namun hal ini menjadi satu kebocoran data pada satu platform yang nantinya akan membahayakan seluruh platform sosial yang anda miliki.

Selain itu untuk mengingat seluruh password pada setiap akun media sosial yang berbeda, anda bisa mencatat dan menyimpannya dengan baik catatan tersebut. Gunakan kombinasi karakter yang beragam, unik dan sebaiknya lakukan pembaruan kata sandi 3-6 bulan sekali.

  1. Jangan Sembarangan Menyebarkan Foto Identitas Diri (KTP)

Kartu Tanda Penduduk (KTP) merupakan identitas resmi yang wajib dilindungi dan dijaga kerahasiaannya, karena KTP berisikan data pribadi yang sangat penting untuk kebutuhan dokumen di berbagai urusan administratif. Hindari mengunggah foto KTP pada laman website tidak jelas dan mengirimkan pada orang lain, sekalipun itu orang terdekat seperti saudara.

 

Dengan menjalankan langkah-langkah di atas, Anda telah meminimalkan risiko menjadi korban kejahatan siber yang kian masif dengan melakukan tindakan di atas. Kewajiban pribadi terhadap keamanan data tidak dapat ditunda.

Penulis: Satya Eka Pangestu

Editor : Aditya Novrian
#antisipasi #hacker #Data pribadi #Privasi Akun #Teror Digital