RADAR MALANG – Puasa menjadi momentum bagi setiap umat Islam untuk memperbanyak pahala karena ibadah ini termasuk dalam rukun Islam yang wajib dilaksanakan.
Ibadah pada tidak hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu, meningkatkan rasa syukur, serta diajarkan untuk bersabar.
Rasulullah SAW bersabda: “Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya, kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i)
Terdapat kegiatan yang susah ditinggalkan saat puasa karena terbiasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat sepele, tetapi secara tidak sadar dapat mengurangi pahala puasa, bahkan membatalkannya.
Berikut beberapa kegiatan yang dapat perusak pahala dan bahkan menjadi pembatal puasa.
- Terpancing Emosi
Saat sedang berpuasa, tidak hanya perut yang harus menahan lapar, tetapi juga harus menjaga lisan agar puasa menjadi berkah.
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Puasa merupakan perisai. Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan jangan bertengkar. Jika seseorang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata, aku sedang berpuasa” (HR Bukhari Muslim).
Sama halnya dengan menjaga tuturan, dalam dunia maya jari jemari kita yang harus diawasi. Jangan sekali-kali melontarkan tulisan jahat di media sosial. Meskipun dengan akun anonim, tulisan kita tetap akan dibaca dan menyakiti perasaan orang tersebut.
- Tidak Menjaga Lisan
Kegiatan ini biasa dilakukan oleh banyak orang. Mulut tidak tenang rasanya jika absen mendiskusikan tentang seseorang, apalagi pada orang yang dibenci. Namun, kebiasaan ini justru dapat membuat puasa batal, lho.
Rasulullah dalam sebuah hadisnya: “Lima hal yang dapat membatalkan pahala orang berpuasa, yaitu membicarakan orang lain, mengadu domba, berbohong, melihat dengan syahwat, dan sumpah palsu” (HR Ad-Dailami).
Meskipun terdapat banyak alasan di balik perkataan tidak jujur, hal tersebut tetap termasuk kategori dusta.
- Menyebarkan Berita Hoax
Selain berkata dusta, seseorang juga dilarang untuk menyebarkan berita bohong. Berita palsu atau hoax dapat menimbulkan fitnah yang berujung permusuhan atau perselisihan.
Di sisi lain, ia juga bisa mencemarkan nama baik seseorang dan rugi akibat berita yang tidak benar adanya.
Hal ini tercantum dalam Surah Al-Hujurat ayat 6, Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, telitilah agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadannya yang menyebabkan kamu menyesal di kemudian hari atas perbuatanmu itu”.
Selain itu, berita hoax erat kaitannya dengan fitnah. Dalam Surah Al-Baqarah ayat 191, Allah SWT berfirman:
“Dan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan”.
Perbuatan menyebarkan informasi yang tidak benar dapat merugikan orang lain. Di sisi lain juga dapat merusak hubungan dengan seseorang.
Islam sendiri memandang fitnah sebagai perbuatan yang lebih zalim daripada pembunuhan. Hal tersebut menunjukkan bahwa penyebaran berita hoax adalah larangan yang sangat serius.
Bagi para muslim, ibadah yang hanya dilakukan satu tahun sekali ini harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Selain menahan nafsu makan, menjaga lisan dan hati juga perlu dilakukan agar puasa tidak sia-sia.
Penulis: Marsha Nathaniela
Editor : Aditya Novrian