Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tak Cukup Satu Pekerjaan, Geliat Side Hustle sebagai Strategi Finansial Generasi Z Penopang Ketidakpastian Ekonomi

Aditya Novrian • Selasa, 3 Februari 2026 | 08:30 WIB
KERJA FLEKSIBEL: Side Hustle merupakan salah satu pekerjaan sampingan yang bersifat fleksibel dan proyek yang tidak terikat dengan jam kerja kaku pada perusahaan konvensional. (Freepik)
KERJA FLEKSIBEL: Side Hustle merupakan salah satu pekerjaan sampingan yang bersifat fleksibel dan proyek yang tidak terikat dengan jam kerja kaku pada perusahaan konvensional. (Freepik)

RADAR MALANG – Fenomena Side Hustle kini telah berkembang menjadi kebutuhan fundamental bagi Generasi Z di seluruh dunia. Aktivitas ini sangat berbeda dengan pekerjaan serabutan tradisional di zaman dahulu, side hustle merupakan pekerjaan profesional yang dijalankan secara mandiri untuk mengejar minat pribadi dan menghasilkan uang.

Tren ini mulai mencuat secara masih sejak masa pandemi COVID-19, ketika pengaruh digitalisasi memaksa pasar kerja menjadi lebih fleksibel dan terbuka. Generasi Z mengadopsi pola side hustle lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya, karena memang mereka hidup berdampingan dengan teknologi digital yang memudahkan akses kerja remote atau jarak jauh.

Secara global, tingginya biaya hidup dan inflasi menjadi alasan utama mengapa di zaman ini satu sumber pendapatan dianggap tidak lagi mencukupi untuk standar hidup layak. Bagi para Generasi Z, mengandalkan gaji pokok dari satu pekerjaan adalah risiko finansial yang terlalu besar di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.

Terdapat beberapa side hustle yang kerap ditekuni generasi muda saat ini seperti freelance designer, konten kreator, hingga affiliate marketing di berbagai platform media sosial populer. Sebenarnya masih ada banyak side hustle yang sering dilakukan generasi muda dan bisa juga disebut sebagai freelance.

Terkadang pekerjaan seperti ini memiliki penghasilan lebih banyak daripada gaji pokok pada pekerjaan utama mereka. Pekerjaan yang fleksibel ini dipilih karena sifatnya berbasis proyek dan tidak terikat oleh batasan waktu kantor yang kaku seperti pekerjaan kantoran lainnya.

Fenomena side hustle sangat besar karena kebutuhan untuk mencukupi kehidupan sehari-hari sambil mengumpulkan harta melalui investasi jangka panjang. Generasi Z melihat pekerjaan tambahan sebagai cara untuk mengamankan Tabungan untuk masa depan serta membangun portofolio yang kompetitif di seluruh dunia.

Penulis: Satya Eka Pangestu

Editor : Aditya Novrian
#strategi finansial anak 20 an #pekerjaan sampingan #Gen Z #side hustle