LIFESTYLE - Salat merupakan salah satu ibadah wajib bagi umat Islam. Salat merupakan tiang agama sehingga siapapun tidak boleh meninggalkan ibadah ini. Adapun salat yang wajib dilakukan terdiri dari lima waktu yaitu zuhur, asar, magrib, isya, dan subuh. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk menunaikan salat sunah, seperti duha, tahajud, witir dan hajat.
Dalam praktiknya, banyak orang sering kali memikirkan tidak bisa fokus saat salat. Bahkan, terkadang juga muncul pikiran buruk yang tidak diinginkan. Lantas, apa penyebab seseorang kerap tidak khusyuk saat salat?
1. Tabiat alami akal
Otak memiliki fungsi layaknya sebuah mesin yang terus berjalan. Meskipun kita berusaha untuk berkonsentrasi, area di otak yang biasanya bertugas untuk berimajinasi tetap aktif. Hal ini menyebabkan pikiran-pikiran terus muncul, terutama ketika kita belum terbiasa untuk mempertahankan fokus.
2. Godaan setan
Sahabat Utsman bin Abil ‘Ash radhiallahu ‘anhu pernah mengatakan kepada Nabi Muhammad SAW bahwa ia kerap mendapat gangguan ketika salat. Nabi Muhammad SAW pun bersabda:
ذَاكَ شيطَانٌ يُقَالُ له خَنْزَبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ باللَّهِ منه، وَاتْفِلْ علَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا
“Itu adalah setan. Namanya Khanzab. Jika kamu merasa diganggu, mintalah perlindungan kepada Allah dari gangguannya dan meniup ludah sedikit saja ke arah kiri tiga kali.” (HR. Muslim). Setan Khanzab sendiri memang memiliki tugas untuk mengganggu konsentrasi orang yang sedang salat.
Baca Juga: Kuliah atau Kerja Saat Puasa? Ini Cara Atasi Jam Tidur yang Berantakan di Bulan Ramadhan
3. Kondisi hati dan kehidupan yang memengaruhi
Berbagai urusan, seperti masalah hidup, urusan pekerjaan, hingga hobi tersimpan dalam otak. Saat suasana salat berlangsung dengan tenang, ingatan tersebut muncul secara mendadak. Semakin banyak keterikatan duniawi dalam hati, semakin berat pula untuk mempertahankan fokus yang baik selama salat.
Walaupun demikian, memikirkan hal lain saat salat tidak membatalkan puasa selama rukun dan syarat salat tetap terpenuhi. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Buya Yahya. “Sholatnya sah. Cuma (sholat) dia tidak khusyuk, dan khusyuk bukan menjadi syarat sahnya sholat. Maka dianjurkan untuk berusaha khusyuk,” kata Buya Yahya dikutip dari Liputan 6.
Beliau juga menyampaikan bahwa khusyuk bukanlah syarat sah salat. Islam tidak mensyaratkan Muslim melakukan salat dengan khusyuk. Namun, orang yang khusyuk dalam salatnya akan mendapat padahal yang melimpah.
Meski memikirkan hal lain tidak membuat salat tidak sah, kekhusyukan menjadi aspek penting untuk diusahakan. Adapun cara untuk membangun kekhusyukan dalam salat yang pertama adalah menyempurnakan wudu, apabila kita berwudu dengan penuh penghayatan dapat menghadirkan kekhusyukan.
Kedua, salat di awal waktu, apabila melakukan salat di awal waktu hati pun ikut tenang, sebaliknya jika salat di akhir waktu kita akan cenderung tergesa-gesa sehingga membuat salat tidak khusyuk. Ketiga, tidak menahan buang hajat, sebaiknya dahulukanlah untuk buang hajat sebelum salat agar ibadah terasa nyaman. Terakhir, meninggalkan kesibukan duniawi yaitu dengan menjauhkan diri dari kesibukan dunia, seperti mengerjakan tugas, bermain gawai, hingga menonton drama.
Penulis: Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian