LIFESTYLE – Setiap anak memiliki karakteristik dan kemampuan yang berbeda dalam belajar. Ada anak yang mudah berkonsentrasi dan ada anak yang menghadapi kesulitan saat belajar. Kesulitan tersebut dapat timbul akibat berbagai faktor, seperti perbedaan gaya belajar, hambatan psikologis, gangguan konsentrasi hingga kurangnya dasar kemampuan akademik. Untuk mengatasi kesulitan belajar pada anak, orang tua perlu menerapkan strategi yang tepat. Berikut ini sejumlah strategi efektif untuk mengatasi kesulitan belajar pada anak.
1. Melakukan pengamatan
Pengamatan dapat dilakukan dengan mencari penyebab kesulitan belajar anak dan gaya belajar apa cocok untuk anak. Untuk mengetahui penyebab kesulitan belajar, orang tua dapat melakukan dialog terbuka dengan anak ataupun mengamati perilaku anak saat belajar.
Selanjutnya, orang tua perlu tahu gaya belajar apa yang cocok untuk anak. Misalnya, anak visual lebih mudah memahami dengan gambar dan diagram. Sementara itu, anak kinestetik lebih mudah belajar melalui aktivitas langsung.
2. Menciptakan lingkungan belajar yang mendukung
Pastikan untuk menjauhkan ponsel dan mainan saat anak sedang belajar agar mereka tidak mudah terdistraksi. Gunakan pencahayaan yang cukup dan meminimalkan suara bising di area belajar.
Pasalnya, lingkungan yang nyaman dan tidak ada gangguan sangat penting untuk membangun konsentrasi anak. Selain itu, orang tua perlu membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan.
Baca Juga: Tanpa Disadari, Ini Pola Asuh Orang Tua yang Dapat Berdampak Buruk pada Perkembangan Anak
3. Menggunakan metode belajar yang multisensori
Orang tua dapat menggunakan media belajar yang menarik untuk menumbuhkan minat belajar anak. Orang tua dapat mengintegrasikan aspek visual, suara, pergerakan, dan pengalaman langsung untuk memudahkan anak menyerap informasi dengan lebih baik.
Misalnya, menggunakan media pembelajaran video animasi, flashcard digital, mind mapping, dan latihan praktik konkret. Selain itu, para orang tua juga dapat memanfaatkan aplikasi pembelajaran, seperti Quizizz, Wordwall, dan Google Classroom.
4. Berikan dukungan emosional dan motivasi
Anak yang memiliki gangguan dalam belajar kerap mengalami frustasi atau rendah diri. Berikan dukungan berupa pujian atas segala usaha yang anak lakukan. Selain itu, jangan membandingkan anak dengan teman atau saudaranya. Orang tua hanya perlu berfokus untuk mendorong anak agar percaya diri dan kompeten.
5. Meluangkan waktu untuk istirahat
Anak dapat cepat merasa jenuh dan bosan apabila terus menerus belajar tanpa istirahat. Oleh karena itu, diperlukan keseimbangan antara belajar dan istirahat. Pastikan anak memperoleh tidur yang cukup setiap malam dan sisihkan waktu untuk beristirahat di antara sesi belajar. Waktu istirahat yang cukup dapat mendukung otak mengolah informasi yang telah dipelajari serta meningkatkan fokus anak saat belajar.
Itulah strategi efektif mengatasi kesulitan belajar pada anak. Menghadapi anak yang mengalami kesulitan belajar membutuhkan kesabaran dan usaha. Oleh karena itu, strategi yang tepat dapat membantu meningkatkan motivasi belajar anak.
Penulis: Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian