Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sewa Perlengkapan Bayi Jadi Solusi Alternatif Keluarga Muda: Pompa ASI Jadi Produk Primadona Ibu Menyusui

Aditya Novrian • Minggu, 15 Februari 2026 | 16:45 WIB
Ilustrasi pompa asi (Pinterest)
Ilustrasi pompa asi (Pinterest)

MALANG KOTA – Pompa asi menjadi salah satu perlengkapan bayi yang paling sering diburu para ibu baru. Namun, harga alat yang relatif mahal dengan masa pakai terbatas membuat jasa persewaan peralatan bayi semakin diminati.

Layanan ini menjadi solusi praktis bagi keluarga yang ingin memenuhi kebutuhan bayi tanpa harus membeli perlengkapan yang hanya digunakan dalam waktu singkat. Kondisi itu pula yang melatarbelakangi Dewi Fensiska merintis usaha persewaan perlengkapan bayi. Pemilik GBL Laktasi & Spa tersebut mengaku awalnya tak menyangka tumpukan perlengkapan bayi miliknya bisa menjadi peluang bisnis.

Setelah anaknya tumbuh besar, berbagai peralatan yang dulu dibeli dengan harga tinggi hanya tersimpan di gudang. Dari situlah ide usaha muncul. Pada 2015, Dewi memberanikan diri membuka GBL Laktasi & Spa.” Usaha nekat saja waktu itu karena risih melihat peralatan bayi mahal-mahal ketumpuk di gudang,” ujar perempuan lulusan PGSD tersebut.

Seiring waktu, koleksi barang yang disewakan semakin beragam. Tidak hanya perlengkapan dasar bayi seperti box bayi, baby swing, baby tafel, dan bouncer, GBL Laktasi & Spa juga menyediakan alat prenatal seperti babyplus dan gymball. Stroller, car seat, serta fence atau pagar bermain untuk bayi turut melengkapi pilihan. Bahkan, alat stimulus untuk mendukung tumbuh kembang bayi mulai usia lima bulan juga tersedia.

Menurut Dewi, permintaan penyewa cukup bervariasi. ”Ada juga yang biasa minta sewa bumper bed, sterilizer upang uv, earmurff, baby carrier, hingga beraneka macam big toys, tapi paling laris memang pompa asi,” lanjutnya.

Tingginya minat pelanggan tidak lepas dari tarif sewa yang relatif terjangkau, mulai Rp 9 ribuan. Selain persewaan alat, tempat usahanya juga menyediakan layanan terapi dengan tenaga terapis yang berasal dari lulusan bidan dan perawat.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, Dewi terus memperdalam keahlian di bidang perawatan ibu dan bayi. Ia membutuhkan waktu sekitar empat tahun untuk benar-benar yakin menekuni ilmu baby spa. Sejak 2018, Dewi mengikuti berbagai pelatihan, mulai baby spa basic, advance pediatric, hingga mom spa. Kini dia telah mengantongi sertifikat dan lulus uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

” Baru tahun lalu saya lulus sebagai praktisi pijat laktasi arugaan, langsung bersama foundernya Nanay Inez Fernandes asal Filipina,” tuturnya.

Sebelumnya, Dewi juga menyelesaikan pelatihan upskilling mom spa dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta lulus sebagai konselor menyusui dari Kementerian Kesehatan dan pelatihan manajemen laktasi dengan total 50 jam. Berbekal pengalaman dan sertifikasi tersebut, GBL Laktasi & Spa tidak hanya menjadi tempat persewaan alat bayi, tetapi juga pusat layanan pendukung kesehatan ibu dan anak. (aff/adn)

Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi

Editor : Aditya Novrian
#perlengkapan bayi