MALANG - Ada dua kisah yang memperkuat hadis pertama dari kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar, yang diriwayatkan oleh Abdillah ibnu Umar ra. Yaitu, hadis tentang perlunya mengasihi sesama makhluk di bumi.
Menurut Abdillah ibnu Umar, Rasulullah SAW pernah bersabda: “Orang-orang yang mengasihi, akan dikasihi oleh Allah Yang Maha Pengasih. Maka kasihilah para makhluk yang ada di bumi, niscaya para makhluk yang ada di langit akan mengasihi kalian.”
Selain hikayat tentang burung pipit, ada hikayat lain yang memperkuat hadis tersebut. Yaitu, hikayat tentang niat baik seorang ahli ibadah dari Bani Israil.
Di sana dikisahkan, suatu saat Bani Israil dilanda musibah kelaparan yang hebat. Panas terik mendera dan bahan makanan sulit didapat.
Suatu ketika ada salah seorang lelaki ahli ibadah dari mereka berjalan-jalan melewati tumpukan pasir. Melihat itu, ia pun bergumam: “Seandainya pasir-pasir ini jadi tepung (gandum), aku beri makan semua orang Israil tanpa kecuali.”
Allah kemudian mewahyukan kepada salah seorang nabi yang diutus di kalangan Bani Israil saat itu agar menyampaikan kepada lelaki ahli ibadah itu bahwa Allah telah menetapkan pahala niatan itu dengan sesungguhnya.
Baca Juga: Mengenal Kitab Ushfuriyah, Biasa Dibaca saat Ramadan, Ada Amalan-Amalan yang Dianjurkan
Yakni, sepadan dengan seandainya gundukan pasir itu benar-benar menjadi tepung (gandum) dan disedekahkannya kepada orang-orang yang membutuhkan.
Barangsiapa menyayangi hamba Allah maka Allah pun akan menyayanginya.
Begitu pun dengan lelaki itu. Ia penuh kasih sayang kepada sesama. Maka, pahalanya pun sama.
Dari hikayat atau kisah itu, kita bisa mengambil pelajaran bahwa sekecil apa pun kasih sayang kita kepada sama, bahkan baru berupa niat, Allah akan membalasnya dengan kasih sayang yang jauh lebih besar kepada kita. Ini selaras dengan hadis Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abdillah ibn Umar di atas. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul Ushfuriyah).
Editor : Aditya Novrian