LIFESTYLE – Scrolling media sosial sebelum tidur menjadi kebiasaan yang kerap dilakukan oleh banyak orang. Kegiatan ini biasanya dipilih untuk menghibur diri dan melepas penat setelah seharian bekerja atau sekolah.
Walaupun demikian, berselancar di media sosial secara terus-menerus sebelum tidur dapat menimbulkan dampak buruk. Berikut sejumlah dampak yang perlu Anda ketahui.
1. Mengganggu kualitas tidur
Sinar biru dari layar ponsel dapat menghambat produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang menimbulkan rasa kantuk. Apabila hormon tersebut terhambat produksinya, Anda akan lebih sulit untuk tidur dan bangun dengan segar keesokan harinya.
Di samping itu, sinar biru juga dapat mengganggu tahap tidur rapid eye movement (REM). Tahap tidur ini sangat krusial untuk memulihkan kemampuan berpikir dan stabilitas emosi.
2. Ketergantungan pada dopamin
Kegiatan scrolling biasanya dilakukan terus-menerus ketika menemukan konten yang menarik dan seru. Di saat itu, otak akan melepaskan dopamin dan menimbulkan perasaan senang.
Melansir dari Rumah Sakit Pusat Pertamina, seiring berjalannya waktu otak akan kebal sehingga membutuhkan lebih banyak rangsangan untuk merasakan kepuasan atau perasaan senang yang setara.
Baca Juga: Tidur Lebih Awal, Bangun Lebih Segar: 5 Strategi Mengubah Kebiasaan Begadang
3. Gangguan pada ritme sirkadian
Ritme sirkadian merupakan sistem alami tubuh yang mengatur pola tidur dan bangun serta proses metabolisme setiap hari. Contohnya, Anda biasanya tidur pukul 21.30 dan bangun pukul 04.30.
Namun, karena scrolling media sosial, Anda jadi tidur pukul 23.00 dan tetap harus bangun pukul 04.30. Apabila terus dilakukan, Anda akan kekurangan waktu tidur dan sulit berkonsentrasi ketika berkegiatan keesokan harinya.
4. Menyebabkan gangguan mata
Kebiasaan scrolling dapat menyebabkan computer vision syndrome, yaitu istilah yang merujuk pada serangkaian gejala yang berkaitan dengan gangguan mata akibat penggunaan perangkat elektronik, seperti ponsel, laptop, dan tablet.
Aktivitas ini dapat menyebabkan rasa lelah pada mata, kaburnya penglihatan, mata merah, mata kering hingga menyebabkan degenerasi makula. Kondisi ini dapat memperbesar risiko kebutaan apabila diabaikan.
5. Mengganggu kesehatan mental
Scrolling membuat penggunanya banyak terkena konten negatif, perbedaan sosial, atau perundungan sehingga bisa mengakibatkan stres, kecemasan, dan depresi. Kesehatan mental yang buruk juga turut memengaruhi kinerja otak secara menyeluruh.
Itulah lima dampak dari kebiasaan scrolling sebelum tidur. Mulai dari berdampak pada kualitas tidur hingga mengganggu kesehatan mental, penting untuk mulai menetapkan batasan waktu bermain ponsel sebelum tidur.
Misalnya, berhenti bermain ponsel setidaknya satu jam sebelum tidur atau melakukan aktivitas lain seperti menulis jurnal dan membaca buku.
Penulis: Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian