MALANG - Hadis kedua dari Kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud.
Ibnu Mas’ud meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda: “Hamba yang penuh dosa tapi selalu mengharap ampunan Allah SWT, lebih baik daripada hamba yang selalu beribadah tapi putus asa terhadap rahmat-Nya.”
Syekh Muhammad bin Abu Bakar lalu menuliskan dua hikayat/kisah untuk memperkuat isi dari hadis tersebut. Kisah pertama tentang seorang lelaki yang rajin beribadah.
Disebutkan, Khalifah Umar bin Khattab pernah bercerita kepada Zain bin Aslam seperti berikut: Di masa umat-umat terdahulu, pernah hidup seorang hamba yang sangat banyak beribadah tapi tak pernah mengharap rahmat Allah.
Suatu saat, dia meninggal dan bertanya kepada Allah: “Apa untukku dari-Mu wahai Tuhanku?”
Allah menjawab: “Neraka.”
Lelaki itu pun menyergah: “Lalu bagaimana dengan ibadahku dan segala upaya kebajikanku?”
Allah menjawab: “Kamu telah membuat orang-orang berputus asa terhadap rahmat-Ku di dunia. Maka sekarang Aku membuat engkau putus asa atas rahmat-Ku.”
Syekh Muhammad bin Abu Bakar lalu mengontraskannya dengan hikayat kedua yang diambil dari kisah Nabi Muhammad kepada Abu Hurairah sebagai berikut:
Pernah hidup seorang lelaki yang tidak beramal kebajikan sedikit pun selain tauhid (mengesakan Allah). Menjelang ajal, ia berwasiat kepada kerabatnya: “Jika aku mati nanti, bakarlah jasadku. Lalu buanglah abunya ke laut pada waktu musim angin.”
Setelah meninggal, kerabatnya lalu melaksanakan wasiat tersebut.
Kemudian, tiba-tiba dia berada dalam kuasa Allah. Allah pun bertanya: “Apa yang telah membuat kamu berwasiat seperti itu?”
“Aku melakukan hal itu karena aku takut kepada-Mu,” jawab si lelaki.
Allah kemudian mengampuninya padahal ia tidak memiliki amal baik sedikit pun, kecuali ketakutannya kepada Allah itu.
Dari dua kisah itu, kita bisa memetik pelajaran sebagaimana disampaikan dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Mas’ud di atas. Yakni, bahwa kita tidak boleh berputus asa terhadap rahmat dan ampunan Allah SWT. Sekalipun kita telah melakukan banyak dosa dan kesalahan. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)
Editor : Aditya Novrian