MALANG KOTA - Ramadan membawa peningkatan aktivitas di masjid-masjid utama Malang Raya. Ada yang memoles fasilitas untuk membuat nyaman musafir. Ada juga yang memaksimalkan program keagaamaan bagi jamaah.
Masjid Agung Jami’ Malang di Jalan Merdeka Barat, Kecamatan Klojen, tak kalah total menyambut Ramadan. Berada di barat Alun-Alun Merdeka Kota Malang, masjid bersejarah itu menyiapkan rangkaian program ibadah dan edukasi untuk melayani membludaknya jamaah selama bulan suci. Fokusnya bukan hanya pada kapasitas, tetapi juga penguatan aktivitas keagamaan yang menyentuh berbagai kalangan.
Sejak awal Ramadan, Masjid Agung Jami’ Malang sudah menggelar kuliah subuh setiap hari. Materinya beragam, menghadirkan pengasuh pondok pesantren, dosen, tokoh agama, hingga praktisi kesehatan. Tema yang diangkat pun variatif, mulai dari hikmah puasa, sejarah salat tarawih, hingga tuntunan Rasulullah dalam menjalani ibadah puasa.
Tak hanya luring, pengurus juga memperkuat dakwah digital. Setiap sore melalui Madina 99,9 FM dan kanal YouTube, ustad-ustad muda menyampaikan kajian tematik. Bahasannya meliputi fiqih puasa, akhlak bermedia sosial, hingga kupasan seputar Idul Fitri dan tradisi halal bihalal.
”Selesai podcast kami juga bagi-bagi takjil untuk jamaah yang datang,” ujar Sekretaris Yayasan Masjid Jami’ Agung Malang Mahmudi Muhith.
Ia menjelaskan, menu takjil selalu berganti setiap hari. Secara rutin masjid menyiapkan sekitar 100 porsi, sementara tambahan lainnya berasal dari donasi jamaah yang selama Ramadan justru kerap melimpah.
Fasilitas untuk jamaah pecinta Alquran juga disiapkan. Pengurus membuka dua skema tadarus. Pertama, untuk para penghafal Alquran dan qari’ yang ditempatkan di studio masjid sekaligus disiarkan. Kedua, tadarus untuk jamaah umum yang digelar setiap usai salat tarawih.
Program pembinaan generasi muda pun turut digencarkan. Pada Sabtu (21/2), Masjid Agung Jami’ Malang menggelar pesantren Ramadan yang diikuti tiga sekolah. Yakni SMKN 7 Malang, SMAN 6 Malang, dan SMA Taruna Nala. Para peserta dibekali materi mulai dari doa dan etika masuk masjid, mengaji, hingga muhasabah diri.
Memasuki pengujung Ramadan, agenda akan semakin padat. Pengurus menjadwalkan peringatan Nuzulul Quran dengan khatmil quran bersama 100 penghafal Alquran. Rangkaian kemudian ditutup program 10 malam terakhir berupa salat witir malam yang didahului kultum bertema persiapan menyambut Lailatul Qadar.
Baca Juga: Savana Hotel & Convention Malang Hadirkan Lentera Ramadan All You Can Eat Hanya IDR 148.000 Nett/Pax
”Nanti jamaah datang paling ramai saat witir itu,” kata Mahmudi.
Biasanya, sejak pukul 22.00 jamaah sudah memenuhi area masjid. Bahkan meluber ke pelataran dan kawasan alun-alun meski rangkaian witir baru dimulai sekitar pukul 23.00. (aff/adn)
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian