MALANG KOTA – Di tempat lain, Masjid Sabilillah Malang juga menjadi salah satu titik singgah favorit jamaah selama Ramadan. Letaknya yang berada di simpang jalan utama membuat masjid ini ramai didatangi pekerja, mahasiswa, hingga keluarga yang ingin menunaikan salat sekaligus menunggu waktu berbuka.
Memasuki waktu Asar, halaman masjid mulai dipadati jamaah. Sebagian mengikuti pengajian jelang Magrib, sementara lainnya sengaja transit sejenak sebelum melanjutkan perjalanan. Aktivitas ini semakin terasa saat akhir pekan, ketika jumlah jamaah meningkat cukup signifikan.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, takmir telah menyiapkan sistem distribusi takjil yang tertata. Setiap hari, sekitar 250 hingga 300 porsi takjil disediakan bagi jamaah berbuka. Isinya beragam, mulai kurma, roti, buah, hingga makanan ringan.
“Kalau akhir pekan kami menyiapkan dua kali lipat dari biasanya,” ujar Takmir Masjid Sabilillah Malang, Muhammad Ali Ghufron.
Takjil dibagikan saat azan Magrib berkumandang. Sementara itu, nasi berbuka didistribusikan menggunakan sistem kupon yang diberikan kepada jamaah peserta kuliah sore sebagai bagian dari rangkaian menunggu waktu berbuka.
Menu nasi yang disajikan juga berganti setiap hari. Pada Jumat (20/2), misalnya, jamaah menerima nasi kotak berisi ayam lalapan dan lontong sayur. Selain memesan dari sejumlah katering, panitia juga mendapat tambahan takjil dan nasi dari para donatur serta wali murid, baik dalam bentuk uang maupun paket siap saji.
Selepas berbuka, aktivitas jamaah berlanjut. Mereka mengikuti salat Isya kemudian dilanjutkan tarawih berjamaah. Pengurus masjid menerapkan pola tarawih satu juz setiap malam yang dipimpin imam dari pondok pesantren maupun rumah tahfidz. (zan/adn)
Disunting kembali oleh: Xeon Rhao Loudra Widadi
Editor : Aditya Novrian