Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bukan Ganggu Jam Tidur, Ini Keutamaan Sahur di Bulan Ramadan

Aditya Novrian • Selasa, 24 Februari 2026 | 12:30 WIB

Ilustrasi berbuka puasa dengan porsi yang besar menyebabkan perut cepat terasa kenyang (freepik/rawpixel.com)
Ilustrasi berbuka puasa dengan porsi yang besar menyebabkan perut cepat terasa kenyang (freepik/rawpixel.com)

RADAR MALANG Pernyataan seorang konten kreator yang menyebut sahur mengganggu waktu istirahat belakangan ini turut menuai beragam tanggapan dari warganet. Banyak pihak menilai pernyataan tersebut kurang tepat, sebab dalam ajaran Islam sahur bukan sekadar makan dan minum, melainkan juga dipenuhi keberkahan dan hikmah yang terkandung di dalamnya. Berikut sejumlah keutamaan sahur yang sayang apabila dilewatkan.

1. Mengandung keberkahan

Keutamaan pertama adalah sahur mengandung keberkahan. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas r.a sebagai berikut:

عن أنس رضي الله عنه قال صلى الله عليه و سلم: تسحروا فإن في السحور بركة (رواه الشيخان)

Artinya: Diriwayatkan dari Anas r.a, Rasulullah saw bersabda, sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu mengandung keberkahan (HR. Syaikhani).

Imam Ahmad juga turut meriwayatkan adanya keberkahan dalam sahur, Nabi Muhammad SAW bersabda, "Bersahur itu adalah suatu keberkahan, maka janganlah kamu meninggalkannya, walaupun hanya dengan seteguk air, karena Allah dan para malaikat bershalawat atas orang-orang yang bersahur (makan sahur)." (HR. Ahmad)

Baca Juga: Anti Telat! Cara Praktis Bangun Sahur dengan Mudah

2. Mendapatkan doa dari Allah SWT dan para malaikat

Orang yang makan sahur akan mendapatkan selawat dari Allah SWT dan para malaikat. Hal ini tercantum dalam hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a sebagai berikut:

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم السحور كله بركة فلا تدعوه ولو أن يجرع أحدكم جرعة من ماء فإن الله عز و جل وملائكته يصلون على المتسحرين

Artinya: Dari Abu Sa’id Al-Khudri r.a, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: Sahur sepenuhnya mengandung berkah. Maka itu, jangan kalian meninggalkannya meskipun kalian hanya meminum seteguk air karena Allah dan malaikat bershalawat untuk mereka yang bersahur (HR. Ahmad).

3. Waktu yang tepat untuk memohon ampun

Waktu sahur adalah waktu yang baik untuk memohon ampun. Hal ini tercantum pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad SAW bersabda:

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: Rabb kita tabaraka wa ta'ala turun ke langit dunia ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lantas Dia berfirman: "Siapa saja yang berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, maka akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, maka akan Aku ampuni." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

4. Menjadi pembeda antara umat Muslim dan Yahudi

Makan sahur menjadi pembeda antara umat Muslim dengan Yahudi dan Nasrani. Nabi Muhammad SAW bersabda:

فصل ما بين صيامنا وصيام أهل الكتاب أكلة السحر    

Artinya: Yang membedakan antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah makan sahur.

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim memberikan penjelasan terkait hadis di atas: 

معناه الفارق والمميز بين صيامنا وصيامهم السحور فإنهم لا يتسحرون ونحن يستحب لنا السحور    

Artinya: Maknanya, yang menjadi pembeda dan keistimewaan antara puasa kita dan puasa mereka (Yahudi dan Nasrani) adalah sahur. Karena sesungguhnya mereka tidak sahur, sedangkan kita disunahkan untuk sahur (Syarah Muslim Imam Nawawi).

5. Makanan sahur tidak dihisab oleh Allah SWT

Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa sahur merupakan salah satu jenis makanan yang tidak akan dihisab oleh Allah SWT.

ثلاثة لا يحاسب عليها العبد أكلة السحر وما أفطر عليه والأكل مع الإخوان    

Artinya: Ada tiga hal (makanan) di mana seorang hamba tidak akan dihisab oleh Allah swt, yaitu makanan sahur, makanan saat berbuka puasa, dan makanan yang dinikmati bersama saudara-saudara yang lain.  

Penulis: Afida Rahma Tsabita

Editor : Aditya Novrian
#Ramadan #Puasa #sahur