Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah: Hadis 10 Kisah 1 tentang Orang yang Ditawari Allah Tempat di Surga Seluas 4 Negeri di Dunia

Aditya Novrian • Minggu, 1 Maret 2026 | 04:00 WIB

 

Sampul Kitab Ushfuriyah
Sampul Kitab Ushfuriyah

MALANG 
- Hadis kesepuluh dalam kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar diambil berdasar sejumlah riwayat. Semua berisi tentang gambaran surga dan neraka. 

Yang pertama, hadis dari riwayat Kulaib ibnu Hazim. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut: 

“Wahai kaumku, carilah surga sepenuh kemampuan kalian dan hindarilah neraka sepenuh kemampuan kalian karena surga tidak pernah terlelap untuk orang yang mencarinya. Begitu pula neraka tidak pernah terlelap untuk orang yang menghindarinya. 

Sesungguhnya surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai dan sesungguhnya neraka dikelilingi kesenangan dan syahwat. Oleh karena itu sungguh janganlah kalian melalaikan akhirat.”

Yang kedua diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri ra. Ia mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda demikian:

“Akan diserukan ketika penduduk surga memasukinya, ‘Telah tiba masa di mana kalian akan hidup dan tidak akan mati selamanya, kalian akan sehat dan tidak akan sakit selamanya, kalian akan dewasa tapi tidak pernah menjadi tua, dan kalian akan merasakan kenikmatan dan tidak akan merasakan kesedihan selamanya.’” 

Seruan tersebut adalah firman Allah (dalam QS Al A’raf: 43) yang artinya: “Mereka diseru: ‘Inilah surga yang diwariskan kepadamu berkat amal perbuatanmu dulu.’”

Yang ketiga, diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda demikian: 

“Allah berfirman, ‘Aku telah mempersiapkan bagi orang-orang saleh di surga suatu kenikmatan yang belum pernah mata lihat, telinga dengar, dan tersirat di hati manusia.’ 

Bacalah firman Allah (dalam QS As Sajdah: 17) jika kalian menginginkan: “Maka tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang, sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.”

Sesungguhnya di dalam surga terdapat sebuah pohon yang andai seorang pengendara berjalan di bawah lindungannya, akan mencapai perjalanan 100 tahun terus menerus.

Bacalah firman Allah berikut (dalam QS Al Waqiah: 30-35) jika kalian menginginkan: 

“Dan naungan yang terbentang luas (30) dan air yang tercurah (31) dan buah-buahan yang banyak (32) yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya (33) dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk (34) sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung (35).”

Dari sejumlah hadis dari riwayat yang berbeda-beda itu, Syekh Muhammad bin Abu Bakar kemudian menyertakan sejumlah kisah atau hikayat. Yang pertama diambil berdasar cerita dari Mughirah bin Syu’bah. 

Ia mengisahkan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda seperti ini:

“Dalam munajatnya, Musa bertanya kepada Allah: ‘Ya Allah, beritahu saya siapa orang yang terakhir masuk surga dan berapa banyak bagian surga baginya?’ 

Allah menjawab, ‘Hai Musa, Tidak ada seorang muslim yang berada di neraka kecuali satu orang yang akan Aku keluarkan dari sana dengan rahmat-Ku. Kemudian ia berhenti di pintu surga. Kemudian Aku berkata kepadanya, ‘Masuklah ke dalam surga!’ 

Ia menjawab, ‘Bagaimana saya mau masuk? Semua tempat di surga sudah penuh oleh orang-orang yang menghuni tempatnya sesuai derajatnya masing-masing. Saya sudah tidak mendapatkan tempat.’

Kemudian Aku berkata, ‘Hai hamba-Ku, apakah kamu mau di surga mendapatkan satu tempat yang berukuran seperti dua negeri di dunia?’ Ia pun menjawab, ‘Ya, saya mau ya Tuhan.’ 

Maka Aku berkata, ‘Masuklah ke dalam surga! Bagimu adalah kelipatan ganda ukuran negeri tersebut.’ Kemudian Allah memberinya satu tempat di surga yang seukuran dengan empat negeri di dunia. 

Atas hal ini, Syekh Muhammad bin Abu Bakar memberikan komentar bahwa ukuran empat negeri itu setara dengan Iraq, Khurasan, Syam, dan Yaman. Tapi, sifat-sifat surga sendiri sebenarnya lebih banyak dibanding yang dihitung. Begitu juga dengan neraka. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)

 

Editor : Aditya Novrian
#ngaji ramadan #Kitab Ushfuriyah