Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis Kedua dari Hadis Ke-11 tentang Nabi yang Menegosiasi Pahala Sedekah kepada Allah

A. Nugroho • Selasa, 3 Maret 2026 | 04:00 WIB

 

Kitab Ushfuriyah, Hadis Kedua dari Hadis Ke-11 tentang Nabi yang Menegosiasi Pahala Sedekah kepada Allah
Kitab Ushfuriyah, Hadis Kedua dari Hadis Ke-11 tentang Nabi yang Menegosiasi Pahala Sedekah kepada Allah

MALANG - Hadis kesebelas yang disusun Syekh Muhammad bin Abu Bakar dalam kitab Al Mawaidhul Ushfuriyah berisi dua hadis. Yang pertama berisi tentang hadis Nabi yang berbalut kisah sedekah Ali bin Abi Thalib yang langsung dibalas kontan oleh Allah.


Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis Pertama dari Hadis Ke-11 tentang Pinjaman Ali yang Dibayar Kontan 50 Kali Lipat oleh Allah


Sedangkan yang kedua berisi hadis dari riwayat Ali bin Abi Thalib sebagai berikut. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
“Ketika sedekah keluar dari tangan seseorang maka sedekah itu jatuh di kuasa Allah terlebih dahulu sebelum berada di tangan orang yang menerimanya.

Kemudian sedekah itu mengatakan lima kalimat berikut:

Pertama, aku adalah hal yang kecil, kemudian kamu membuatku besar. Kedua, aku adalah hal yang sedikit, kemudian kamu membuatku menjadi banyak. Ketiga, aku adalah hal yang tidak disukai, kemudian kamu menyukaiku.
Keempat, aku adalah hal yang akan sirna, kemudian kamu membuatku tetap ada. Kelima, kamu adalah orang yang menjagaku, maka kini aku adalah yang menjagamu.”


Diriwayatkan dari Makhul asy Syami bahwa Nabi bersabda: “Ketika seorang mukmin mengeluarkan sedekah dengan rela dan ikhlas, neraka Jahanam mendekat dan berkata:
“Ya Allah! Izinkan aku bersujud syukur kepada-Mu. Sesungguhnya aku telah membebaskan salah seorang dari umat Muhammad dari siksaku karena aku malu kepadanya. Padahal, menyiksanya merupakan ketaatanku kepada-Mu.”


Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 9 Kisah 1 tentang Burung yang Dapat Makanan dari Selilit Ikan Paus


Kemudian turunlah ayat tentang sedekah (QS At Taubah: 103) sebagai berikut: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya salatmu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah adalah Maha Mendengar dan Mengetahui.”
Maksud dari kalimat “salatmu itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka” adalah doamu dan istghfarmu untuk mereka adalah penentram bagi mereka. Sesungguhnya Allah telah menerima sedekah mereka.


Allah berfirman: “Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memungut sedekah-sedekah. Allah memungut sedekah-sedekah itu sebagaimana Rasulullah memungut sedekah-sedekah dari mereka.” Yang dimaksud sedekah di sini adalah zakat.
Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar, ketika ayat ini (QS Al Zalzalah: 7) diturunkan: “Barang siapa beramal kebaikan seberat dzarah maka Allah akan melihatnya,” maka Rasulullah SAW berkata, “Ya Allah! Balasan ini adalah sedikit bagi umatku.”


Kemudian Allah Azza wa Jalla berkata, “Apabila kamu menganggap balasan itu sedikit maka satu amal kebaikan bernilai dua kebaikan.” Firman Allah, mereka diberi pahala dua kali lipat atas kesabaran mereka (QS Al Qashash: 54).


Kemudian Rasulullah berkata, “Ya Allah! Balasan dua kali lipat itu sedikit bagi umatku.” Kemudian Allah berkata, “Kalau begitu satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali.” Ini sesuai firman-Nya bahwa “Barang siapa melakukan satu kebaikan maka ia mendapat 10 kali lipat kebaikan itu.” (QS Al Anam: 160)
Rasulullah SAW berkata lagi, “Ya Allah! Balasan 10 kali lipat itu juga sedikit bagi umatku.”
Kemudian Allah menjawab, “Kalau begitu satu kebaikan dilipatkan 700 kali.” Ini sesuai firman Allah yang menyebut:
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan harta-harta mereka di jalan Allah adalah seperti satu biji yang menumbuhkan 7 tunas di mana setiap satu tunasnya terdapat 100 biji. Allah akan melipat gandakan (amal) hamba yang Dia kehendaki. Dan Allah adalah Dzat Yang Maha Luas (anugerah) dan Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 261)


Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 5 Kisah 1 tentang Kunci Surga Laa Ilaaha Illallah


Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Ya Allah! Tambahilah balasan kebaikan untuk umatku.” Kemudian diturunkan ayat: “Barang siapa mengutangi Allah dengan utang yang baik maka Allah akan melipatgandakan banyak baginya.” (QS Al Baqarah: 245)


Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Ya Allah! Tambahilah balasan kebaikan untuk umatku.” Kemudian diturunkan ayat: “Orang-orang yang sabar akan dipenuhi pahala mereka dengan tak terhitung.” (QS Az Zumar: 10)


Disebutkan dalam hadis-hadis, “Barangsiapa bersedekah satu kurma maka ia akan mendapati pahalanya di Hari Kiamat seberat gunung. Ketahuilah sesungguhnya di dalam sedekah terdapat 7 (tujuh) keutamaan, yaitu:


1) Sedekah menghilangkan kesulitanmu. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya sedekah dapat menolak 70 pintu cobaan.”
2) Sedekah adalah doktermu. Rasulullah SAW bersabda, “Sembuhkanlah sakit kalian dengan sedekah.”
3) Sedekah adalah penjagamu. Rasulullah SAW bersabda, “Jagalah harta-harta kalian dengan sedekah.”
4) Sedekah dapat meredam kemurkaan Allah. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah dapat meredamkan kemurkaan Allah.”
5) Sedekah adalah kasih sayang untuk saudara. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah adalah hadiah yang apabila kalian saling menghadiahkan maka kalian akan saling mencintai.”
6) Sedekah adalah kelembutan hati. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa menemukan keras di dalam hatinya maka hendaklah ia mengeluarkan sedekah.”
7) Sedekah menambahi umur. Rasulullah SAW bersabda, “Sedekah dapat menolak turunnya bencana dan menambahi umur.”


Hadis ini menunjukkan kepada kita tentang begitu banyaknya keutamaan sedekah/zakat. Semua kembali kepada diri kita sendiri. Atas permintaan Nabi SAW, Allah melipatgandakan kebaikannya hingga berkali-kali. Bahkan sampai tak dapat dihitung. Wallahu Alam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawaidhul Ushfuriyah)

Editor : A. Nugroho
#hadis #kitab