Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah: Hadis 16 tentang Keutamaan Surat Al Ikhlash dan Penyebab Turunnya sebagai Wahyu

Aditya Novrian • Sabtu, 7 Maret 2026 | 16:00 WIB

Sampul Kitab Ushfuriyah
Sampul Kitab Ushfuriyah

MALANG- Hadis keenam belas dalam kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar berisi tentang keutamaan surat Al Ikhlas dalam Al Quran. Hadis ini diriwayatkan dari Ali bin Abi Thalib.

Dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda, “Barang siapa membaca Qul huwallahu ahadsampai akhir (surat Al Ikhlas) setelah salat Subuh sebanyak 10 kali maka tidak ada suatu dosa yang menimpanya pada hari itu meskipun setan berusaha menggodanya. Surat ini diturunkan di Makkah. Memiliki empat ayat, 15 kalimat, dan 47 huruf.”

Baca Juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 15 dan Kisah tentang Penghuni Kubur yang Bersedih karena Tak Ada Kerabat yang Mendoakan

Dalam riwayat lain yang berasal dari Ubay bin Ka’ab, Rasulullah SAW bersabda demikian: “Barang siapa membaca surat Al Ikhlash maka diberi pahala sebanyak pahala 100 orang mati syahid.”

Lalu, dari riwayat Anas bin Malik, Rasulullah bersabda: “Barang siapa membaca surat Al Ikhlash sebanyak satu kali maka seolah-olah ia telah membaca 1/3 Al Quran. Dan barang siapa membacanya dua kali maka seolah-olah ia telah membaca 2/3 Al Quran.

Dan barang siapa membacanya tiga kali maka seolah-olah telah membaca seluruh Al Quran. Barang siapa membacanya sebanyak sebelas kali maka Allah membangunkan untuknya rumah di surga yang terbuat dari intan merah.”

Tentang turunnya surat ini, sejumlah sahabat –di antaranya Ubay bin Ka’ab, Jabir bin Abdillah, Abul Aliyah, Asy Sya’bi dan Ikrimah—mengungkapkan bahwa ada saat itu orang-orang kafir Makkah tengah berkumpul. Di antaranya adalah Amir bin Thufail dan Zaid bin Qois.

Mereka mendatangi Nabi SAW dan berkata, “Hai Muhammad! Beritahu kami sifat Tuhanmu! Apakah berasal dari emas, perak, besi atau tembaga? Karena tuhan-tuhan kami adalah berasal dari benda-benda itu.”

Atas pertanyaan ini, Nabi menjawab, “Aku hanya utusan Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyerupai sesuatu apa pun. Aku tidak mengatakan Allah adalah sesuatu berdasar pendapat pribadiku.”

Kemudian Allah menurunkan surat Al Ikhlas kepada Nabi Muhammad: Qul huwallahu ahad...hingga akhir.

Baca Juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 13 Kisah 2 tentang Bocah Perempuan yang Meratapi Kematian Ayahnya

Atas surat itu, Ibnu Abbas memberikan tafsir sebagai berikut:

“Ash Shamad adalah Dzat yang tidak memiliki perut, tidak makan dan tidak minum. Andaikan Allah itu memiliki perut maka Dia tentu membutuhkan sesuatu. Padahal Dia itu tidak membutuhkan sesuatu apa pun, melainkan segala makhluk membutuhkan-Nya. Ada yang mengatakan bahwa ash Shamad adalah tidak melahirkan dan tidak dilahirkan.

Adapun maksud Lam Yalid adalah Allah tidak memiliki anak yang kemudian nantinya mewarisi kerajaan-Nya. Maksud Lam Yuulad adalah Allah tidak memiliki bapak yang memberikan warisan kepada-Nya.

Maksud Walam Yakun Lahu Kufuwan Ahad adalah bahwa Allah tidak memiliki lawan, tidak memiliki saingan, tidak memiliki sesama, dan tidak ada siapa pun yang menyamai-Nya.”

(hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)

 

 

Editor : Aditya Novrian
#ngaji ramadan #Kitab Ushfuriyah