Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 18 dan Kisah tentang Batu yang Keluar dari Tembok Kakbah Selamatkan Nabi

A. Nugroho • Selasa, 10 Maret 2026 | 04:00 WIB

Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 18 dan Kisah tentang Batu yang Keluar dari Tembok Kakbah Selamatkan Nabi
Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 18 dan Kisah tentang Batu yang Keluar dari Tembok Kakbah Selamatkan Nabi

MALANG - Hadis kedelapan belas dalam kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar diambil berdasar riwayat Ibnu Abbas. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:


“Apakah kalian sudah tahu siapakah makhluk yang paling menakjubkan keimanannya?”
Para sahabat menjawab, “Tentu saja para malaikat, wahai Rasulullah.”


“Bukan,” jawab Rasulullah. “Bagaimana mungkin para malaikat tidak beriman sedangkan mereka tahu persis apa yang diperintahkan Allah.”


“Kalau begitu, para Nabi, ya Rasulullah,” lanjut para sahabat lagi.


“Bukan,” jawab Rasulullah lagi. “Bagaimana para nabi tidak beriman sedangkan malaikat Jibril mendatangi mereka dari langit?”


Para sahabat menyahut, “Para sahabatmu, wahai Rasulullah.”


Rasulullah menjawab, “Bukan. Bagaimana para sahabat tidak beriman sedangkan mereka telah melihat berbagai mukjizat dariku dan aku juga memberitahu mereka wahyu yang diturunkan kepadaku?”


Rasulullah melanjutkan, “Yang paling menakjubkan keimanannya adalah orang-orang yang terlahir setelahku yang beriman kepadaku padahal mereka belum pernah melihatku. Tetapi mereka membenarkanku. Mereka itu saudara-saudaraku.”


Dari hadis ini, Syekh Muhammad bin Abu Bakar menyertakan sebuah hikayat atau kisah. Diceritakan, pada suatu hari orang-orang kafir berkumpul di rumah Abu Jahal. Tiba-tiba datanglah seorang laki-laki bernama Thariq as-Shaidlani.


Ia berkata, “Sungguh mudah membunuh Muhammad jika kalian setuju dengan usulanku."


“Bagaimana itu hai Thariq?,” tanya orang-orang.


“Muhammad kini sedang bersandaran di tembok Kakbah. Kalau salah satu dari kita berangkat dan menjatuhinya batu besar dari atas Kakbah maka seketika ia akan mati,” jelas Thariq.


Kemudian ada seorang laki-laki yang bernama Syihab berdiri dan berkata, “Kalau kalian mengizinkanku maka aku akan membunuh Muhammad.” Orang-orang pun mengizinkan Syihab untuk melaksanakan usulan Thariq tadi.


Begitu sampai di Kakbah, Syihab naik ke atasnya dengan membawa batu besar.

Kemudian ia menjatuhkannya tepat ke arah Rasulullah SAW. Sebelum mengenai Nabi, tiba-tiba dari tembok Kakbah keluar sebuah batu yang menahan batu besar itu.


Nabi pun selamat. Beliau lalu beranjak dari duduknya untuk berpindah tempat. Setelah itu, batu yang keluar dari tembok Kakbah kembali ke tempatnya semula. Adapun batu besar yang dijatuhkan Syihab jatuh ke tanah. Melihat kejadian itu, Syihab sangat heran.

Kemudian ia turun dari Kakbah dan mendatangi Rasulullah. Lalu, ia masuk Islam dan keislamannya menjadi bagus. Begitu juga Thariq dan orang-orang yang sempat melihat langsung mukjizat Rasulullah tadi.


Catatan Syekh Muhammad, beriman kepada Rasulullah di akhir zaman merupakan salah satu derajat keimanan yang paling utama.

Karena orang-orang yang hidup di akhir zaman menetapi keimanan dan Islam tanpa pernah melihat Rasulullah secara langsung, termasuk melihat mukjizat-mukjizatnya. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)

Editor : A. Nugroho
#batu #ushfuriyah #Kakbah #nabi #rasulullah #kitab