MALANG - Hadis ke-23 dari kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar diambil berdasar riwayat Anas bin Malik. Dia mengatakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda sebagai berikut:
“Tiada seorang hamba dari umatku ketika ia masuk waktu pagi, kemudian membaca ayat Kursi sebanyak 12 kali, kemudian ia berwudhu, kemudian ia melaksanakan salat Subuh, kecuali Allah akan menjaganya dari keburukan setan.
(Dengan membaca ayat Kursi 12 kali tersebut) ia seperti orang yang membaca seluruh Al-Quran sebanyak tiga kali khataman. Ia akan diberi mahkota di Hari Kiamat dengan mahkota dari cahaya yang dapat menerangi seluruh penduduk dunia.”
Anas lalu bertanya, “Wahai Rasulullah! Apakah membacanya dilakukan setiap hari?”
Rasulullah menjawab, “Tidak. Cukup di setiap hari Jumat.”
Syekh Muhammad bin Abu Bakar menuliskan, ada sebuah kisah yang berkaitan dengan hadis di atas. Kisah ini mengandung kabar gembira bagi orang-orang mukmin.
Umat-umat dulu sangatlah lemah hati dan sedikit pemahaman. Mereka tidak mau membenarkan para rasul yang diutus untuk mereka kecuali dengan bukti mukjizat atau melihat secara langsung.
Seperti ketika kaum Musa berkata kepadanya, “Kami tidak akan percaya kepadamu hingga kami melihat Allah secara langsung.” Kemudian petir menyambar mereka.
Mereka juga bertanya kepada Musa, “Hai Musa! Apakah Tuhanmu tidur?” Di dalam Kitab Taurat tertuliskan bahwa Allah tidaklah mengantuk dan tidur.
Kemudian Musa menjawab pertanyaan kaumnya itu dengan keterangan yang tertulis dalam Kitab Taurat. Tapi, umatnya kembali bertanya, “Bagaimana bisa Tuhanmu tidak tidur?”
Allah lalu memberikan wahyu kepada Musa untuk mengisi dua botol dengan air. Musa pun mengambil dua buah botol kaca dan diisinya dengan air. Lalu memegang masing-masing dengan kedua tangannya.
Kemudian Allah membuat Musa tertidur sehingga dua botol berisi air tersebut jatuh ke tanah dan pecah.
Kemudian Allah berfirman, “Hai Musa! Katakan kepada umatmu ‘Andaikan Allah itu tidur maka seluruh alam akan hancur. Pahamilah perumpamaan 2 botol itu!’
Sesungguhnya Allah memuji umat Muhammad. Dia berfirman, “Kalian adalah umat yang terbaik.” (QS Ali Imron: 110). Hal ini dikarenakan mereka bisa membenarkan Rasulullah SAW tanpa perlu menyaksikan mukjizat yang dimiliki beliau dan tanpa perlu membuat perumpamaan seperti umat Nabi Musa. Meskipun, mereka hidup ratusan bahkan ribuan tahun setelah Nabi Muhammad wafat.
Hikmah yang bisa dipetik dari hadis dan kisah ini adalah umat Nabi Muhammad diberi keistimewaan oleh Allah SWT. Bahkan disebut sebagai umat terbaik. Karenanya, banyak “privilege” yang diberikan. Salah satunya berupa amalan bacaan ayat Kursi. Wallahu A’lam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)