Istilah ini hanya muncul pada momen Lebaran. Sering dilakukan anak-anak kecil hingga periode 2000-an. Galak gampil biasanya dilakukan setelah melaksanakan Salat Id.
Biasanya, anak-anak akan berkumpul secara berkelompok. Kemudian mendatangi rumah tetangganya satu per satu. Baik tetangga satu kampung maupun beda kampung.
Baca Juga: Ngodok, Istilah Lain dari Nyeker yang Tetap Lestari
Pertama yang dilakukan adalah meminta maaf. Kemudian sang tuan rumah memberikan sangu untuk jajan mereka. Nominalnya beragam. Mulai dari Rp 2 ribu hingga Rp 10 ribu.
Galak Gampil sendiri dari dua kata. Yaitu galak dan gampil. Galak bisa diartikan menggalakkan atau menyerukan. Sedangkan gampil memiliki arti memudahkan.
Baca Juga: Kerinan, Istilah Khas Jawa yang Kini Masuk KBBI
Dalam konteks itu, mudah untuk memaafkan kesalahan orang lain ”Tradisi itu yakni orang yang lebih muda minta maaf ke yang lebih tua atas kesalahan. Kemudian yang tua memberikan uang kepada lebih muda, sebagai rezeki mereka,” terang Pengamat Bahasa Malangan Restu Respati. (adk/by)
Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi
Editor : Bayu Mulya Putra