RADAR MALANG - Cara melaksanakan salat Idul Fitri merupakan salah satu hal penting yang harus dipahami umat Islam menjelang hari kemenangan yang akan segera tiba. Salat Ied adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan secara berjamaah, baik di masjid maupun di tempat terbuka. Selain sebagai bentuk ibadah, pelaksanaan salat Ied juga menjadi momen bagi umat Islam untuk saling memaafkan dan memperkuat tali silaturahmi.
Memahami tata cara Salat Ied Idul Fitri secara benar sangat penting agar ibadah tersebut sesuai dengan ajaran syariat Islam. Dengan mengetahui langkah-langkah, niat, dan jumlah takbir yang tepat, umat Muslim dapat melaksanakan Salat Ied dengan khusyuk dan penuh makna.
Niat Salat Idul Fitri
Niat menjadi rukun utama dalam setiap pelaksanaan salat, termasuk salat Idul Fitri. Niat pada dasarnya cukup dihadirkan dalam hati, akan tetapi melafalkannya secara lisan dianjurkan sebagai sunah untuk membantu meningkatkan fokus dan kekhusyukan dalam beribadah. Selain itu, penting untuk memahami perbedaan niat antara makmum, imam, dan orang yang melaksanakan salat sendiri (munfarid).
أُصَلِّي سُنَّةً لِعِيْدِ الْفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُومًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman (jika jadi imam pakai “imaman”) lillâhi ta’âlâ.
Artinya: “Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
Tata cara Salat Idul Fitri
Salat Idul Fitri memiliki tata cara tersendiri yang membedakannya dari salat fardu harian, meskipun pada dasarnya rukun-rukunnya tetap sama.
Membaca Niat
Melakukan Takbiratul IhramPelaksanaan dimulai dengan Takbiratul Ihram, yaitu mengucapkan "Allahu Akbar" sambil mengangkat kedua tangan, diikuti dengan niat di dalam hati.
Baca Juga: Arus Mudik Lebaran Mulai Terlihat, Penumpang Terminal Arjosari Tembus 4.000 Orang Per Hari
Membaca Doa Iftitah
Takbir Sebanyak 7 KaliMembaca takbir sebanyak tujuh kali. Setiap kali takbir tambahan, disunahkan untuk mengangkat tangan. Di sela-sela takbir tambahan tersebut, dianjurkan membaca tasbih atau doa singkat. Ada beberapa pilihan bacaan, antara lain:
"اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا."
Artinya: "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang."
Atau bisa juga membaca tasbih berikut ini:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Subhanallah walhamdulillah wala ilaaha illallahu wallahu akbar wala haulawala quwwata illa billahil 'aliyyil 'adzim
Artinya: "Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar."
Membaca Al-Fatihah dilanjutkan dengan bacaan surat pendek. Pada salat Ied Idul Fitri rakaat pertama dianjurkan untuk membaca Surat Al-A'la.
Setelah takbir untuk berdiri rakaat kedua, disunnahkan untuk takbir sebanyak lima kali seperti takbir pada rakaat pertama. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-Ghasiyah.
Selesai salam, jamaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah yang disampaikan khatib terlebih dulu, jangan dulu beranjak dari tempat.
Amalan Sunah Sebelum Salat Idul Fitri
Sebelum melaksanakan Salat Idul Fitri, terdapat sejumlah amalan sunah yang dianjurkan untuk dilakukan untuk menyempurnakan ibadah sekaligus menyucikan diri. Amalan tersebut tidak hanya berfungsi membersihkan secara fisik, tetapi juga secara batin, sehingga hati lebih siap menyambut hari kemenangan.
Niat
Salah satu sunah utama adalah mandi besar pada pagi hari Idul Fitri, dengan niat:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
"Nawaitu ghusla 'idil fithri sunnatan lillahi ta’ala."
Artinya: "Aku niat mandi Idul Fitri, sunah karena Allah."
Mandi dan Menggunakan Pakaian Terbaik
Selain mandi, umat Muslim juga dianjurkan mengenakan pakaian terbaik, rapi, dan bersih saat hendak menunaikan Salat Idul Fitri.
Memakai Parfum
Penggunaan wewangian secukupnya juga sangat dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap hari raya serta sesama jamaah.
Makan terlebih dahulu sebelum melaksanakan Salat Idul Fitri
Dianjurkan pula untuk makan terlebih dahulu sebelum berangkat menunaikan Salat Idul Fitri. Hal ini bertujuan agar pada hari tersebut umat Islam tidak lagi berpuasa, berbeda dengan puasa sunnah yang justru menganjurkan menahan diri dari makan sebelum salat.
Bertakbir serta Melalui Rute Berbeda saat Berangkat dan Pulang dari Salat Idul Fitri
Mengumandangkan takbir sejak dari rumah menuju tempat salat, serta berjalan kaki dan melalui rute yang berbeda saat pulang jika memungkinkan, juga termasuk amalan sunah yang dapat menambah pahala dan keberkahan.
Dengan memahami tata cara, bacaan, dan amalan sunah Salat Idul Fitri, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan syariat. Oleh karena itu, penting bagi setiap umat Islam untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin, baik secara lahir maupun batin, agar ibadah yang dilakukan semakin sempurna dan penuh makna.
Editor : Aditya Novrian