Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ngaji Lebaran Kitab Ushfuriyah, Hadis 38 dan Kisah tentang Muslim Pendosa yang Diselamatkan Jibril dari Neraka 

A. Nugroho • Minggu, 22 Maret 2026 | 04:00 WIB
Ngaji Lebaran Kitab Ushfuriyah, Hadis 38 dan Kisah tentang Muslim Pendosa yang Diselamatkan Jibril dari Neraka 
Ngaji Lebaran Kitab Ushfuriyah, Hadis 38 dan Kisah tentang Muslim Pendosa yang Diselamatkan Jibril dari Neraka 
RADAR MALANG - Hadis ke-38 dari kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah karya Syekh Muhammad bin Abu Bakar diambil berdasar riwayat Sa’id bin Abu Burdah. Ia mengaku mendengar dari ayahnya bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

Ketika ahli neraka berkumpul di neraka bersama ahli Kiblat (orang Islam yang masuk neraka) yang dikehendaki Allah, maka orang-orang kafir bertanya kepada orang-orang muslim: “Bukankah kalian adalah orang-orang Islam?”

Orang-orang muslim menjawab, “Iya. Benar!”

“Apakah keislaman kalian belum mencukupi kok kalian berada di neraka bersama kami ini?”

“Kami memiliki dosa-dosa yang membuat kami dimasukkan ke dalam neraka.”

Baca juga: Ngaji Lebaran Kitab Ushfuriyah, Hadis 37 dan Kisah tentang Abu Yazid dan Budak Pemabuk yang Jadi Teman di Surga

Kemudian Allah mendengar apa yang dikatakan oleh orang-orang muslim tersebut. Kemudian Dia memberikan perintah untuk mengeluarkan mereka yang muslim atau ahli Kiblat dari neraka. Sesuai dengan perintah Allah, akhirnya mereka pun keluar dari sana.

Ketika orang-orang kafir melihat mereka keluar, orang-orang kafir berkata, “Andaikan dulu kita adalah orang- orang muslim niscaya kita akan dikeluarkan dari neraka sebagaimana mereka dikeluarkan saat ini.” 

Kemudian Rasulullah SAW membaca firman Allah: “Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan, kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.” (QS Al Hijr: 2)

Rasulullah SAW bersabda dalam hadis lain: “Ketika Hari Kiamat telah terjadi maka Malaikat Jibril berkeliling selama 4.000 tahun. Tiba-tiba ia mendengar dari arah neraka suara laki-laki dari umat Muhammad yang berkata, “Ya Hannaan! Ya Mannaan! Ya Dzal Jalaali Wal Ikroom! (Wahai Allah Yang Maha Pengasih!
 Wahai Allah Yang Maha Pemberi! Wahai Allah Yang Maha memiliki Keagungan dan Kemuliaan!).”

Rasulullah melanjutkan, “Kemudian Malaikat Jibril datang dan bersujud di samping ‘Arsy. Ia bermunajat dalam sujudnya, “Ya Allah! Saya mendengar di neraka suara laki-laki dari golongan orang-orang muslim, yang berkata ‘Ya Hannaan! Ya Mannaan!’ sejak 40.000 tahun. 

Saya mengenali laki-laki itu kalau ia adalah termasuk salah satu dari golongan umat Muhammad.  Sedangkan sesungguhnya Engkau tahu, Ya Allah! Hubungan pertemanan antaraku dan Muhammad. Saya ingin berbuat baik kepada Muhammad. Sesungguhnya laki- laki dari umatnya itu berada di neraka. Jadi, berilah saya izin untuk mensyafaatinya!”

Allah Yang Maha Agung berfirman, “Aku memberimu izin untuk mensyafaatinya dan Aku pasrahkan ia kepadamu. Temuilah Malik, penjaga neraka, dan katakan kepadanya agar ia mengeluarkan laki-laki itu untukmu dan menyerahkannya kepadamu.”

Kemudian Malaikat Jibril segera menemui Malaikat Malik dan berkata, “Sesungguhnya Allah telah memasrahkan si Fulan kepadaku. Keluarkanlah ia dari neraka dan serahkan ia kepadaku!”

Kemudian Malik masuk ke dalam neraka dan mencari laki-laki itu selama 1.000 tahun, tetapi ia tidak menemukannya. Kemudian ia keluar dari neraka dan berkata: “Hai Jibril! Sesungguhnya Jahannam telah berkobar-kobar menjadikan besi seperti batu dan menjadikan manusia seperti besi. Aku tidak bisa menemukan laki-laki itu.”

Kemudian Malikat Jibril datang dan bersujud di samping ‘Arsy untuk yang kedua kalinya. Ia bermunajat: “Ya Allah! Malik belum bisa menemukan laki-laki itu. Di manakah ia berada?”

Allah menjawab, “Hai Jibril! Temuilah Malik dan katakan kepadanya kalau laki-laki itu berada di jurang ini, lubang ini, dan di dalam sumur ini.”

Kemudian Malaikat Jibril mendatangi Malik dan memberitahunya bahwa laki-laki itu berada di jurang ini, lubang ini, ujung ini dan di dalam sumur ini. Lalu Malik masuk ke dalam neraka dan pergi ke jurang yang dimaksud. 

Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah, Hadis 24 tentang Bahaya Sikap Riya’

Setelah sampai di lokasi, Malaikat Malik menemukan laki-laki itu dengan kondisi telungkup dengan banyak ular dan kalajengking menyulubunginya dan belenggu serta rantai-rantai mengikatnya. 

Kemudian Malik memegang sebagian anggota tubuhnya. Laki-laki itu benar-benar sudah seperti arang. Malik menggerak-gerakkan laki-laki itu hingga ular-ular dan kalajengking berjatuhan dari tubuhnya. Ia menggerak-gerakkannya lagi untuk yang kedua kalinya hingga belenggu-belenggu dan rantai-rantai jatuh dari tubuhnya. 

Kemudian laki-laki itu menoleh ke arah Malik sambil berkata: “Hai Malik! Apakah kamu mendatangiku untuk menambah siksa untukku atau kamu akan menyelamatkanku?”

Malik menjawab, “Aku tidak tahu. Hanya saja Jibril sedang menunggumu.” Kemudian Malik membawa laki-laki itu dan memberikannya kepada Jibril.
Kemudian Jibril membawa laki-laki itu dan pergi menuju ke tiang ‘Arsy. Setiap kali Jibril bertemu dengan makhluk lain, ia berkata, “Si Fulan ini telah berada di neraka Jahannam selama 40.000 tahun.” 

Kemudian Jibril dan laki-laki itu berdiri bersama-sama di samping ‘Arsy. Allah berkata: “Hai hamba-Ku! Bukankah Al Qur’an telah jelas bagimu? Bukankah Aku telah mengutus Muhammad kepadamu? Bukankah ia telah memerintahkanmu untuk berbuat kebaikan dan mencegah dari kemungkaran?”

Laki-laki itu menjawab, “Ya Allah! Sudah. Hanya saja aku telah mendzalimi diriku sendiri. Aku mengakui dosaku. Ampunilah Aku! Demi kebenaran apa yang telah aku katakan selama 40.000 tahun di neraka, yaitu Ya Hannaan! Ya Mannaan! Semoga Engkau mengampuniku.”

Allah berkata, “Aku telah mengampunimu dan Aku telah memasrahkanmu kepada Jibril dan Aku telah membebaskanmu dari neraka berkat syafaatnya.”

Kemudian Jibril pergi ke surga dan memandikan laki-laki itu dengan air kehidupan dan air telaga al-Kautsar. Tanda atau cap ahli neraka hilang dari dirinya. Kemudian Jibril memasukkannya ke dalam surga dan memasrahkannya kepada Muhammad SAW. 

Jibril berkata: “Hai Muhammad! Aku telah melakukan sesuatu yang merupakan peranmu.” Muhammad menjawab, “Ya.”

Setelah mendengar hadis ini Hasan Bashri pernah berdoa demikian: 
“Allahummaj’alnii mimman yanjuu minhaa ba’da arba’iina alfi ‘aamin in kaana laa budalii min an adkhulahaa bi syu’mi dzanbii (Ya Allah! Jadikanlah aku termasuk orang yang selamat dari neraka setelah 40.000 tahun apabila dipastikan kepadaku masuk ke dalamnya terlebih dahulu karena keburukan dosaku).


Hadis ke-38 ini punya kemiripan dengan hadis ke-12 yang ditulis dalam kitab ini. 


Baca juga: Ngaji Ramadan Kitab Ushfuriyah: Hadis 12 Kisah tentang Muslimin di Neraka yang Diselamatkan Syafaat Nabi 

 


Hikmah yang bisa kita ambil darinya adalah pentingnya kita punya bekal iman kepada Allah dan rasul-Nya. Sebab, dengan bekal itulah, seburuk apa pun perbuatan kita dan sepedih apa pun konsekuensi siksa yang kita terima di akhirat, pada akhirnya iman itulah yang akan menyelamatkan dan memasukkan kita ke surga. Ini berbeda dengan mereka yang tak punya keimanan. Wallahu a’lam. (hid/diolah dari sejumlah terjemah kitab Al Mawa’idhul ‘Ushfuriyah)

 

Editor : A. Nugroho
#ushfuriyah #Ngaji #jibril #rasulullah #kitab