MALANG KOTA, RADAR MALANG – Lebaran selalu identik dengan kebersamaan keluarga dan meja yang penuh hidangan manis khas hari raya. Di antara semua sajian, kue-kue tradisional jaman dulu selalu memiliki tempat spesial di hati banyak orang. Rasanya yang manis dan teksturnya yang unik tak hanya menggugah selera, tetapi juga membawa kembali kenangan masa kecil, saat menunggu momen Lebaran untuk mencicipi kue favorit keluarga.
Bagi banyak orang, menikmati kue Lebaran jaman dulu bukan sekadar soal rasa, tetapi juga soal nostalgia, mengingat tawa, cerita, dan kebersamaan yang selalu hadir di setiap rumah saat hari raya. Berikut enam kue khas Lebaran jaman dulu yang wajib dicoba, yang tidak hanya lezat tetapi juga mampu menghadirkan kembali kenangan indah masa kecil:
1. Kue Semprit
Salah satu kue kering klasik yang selalu ada saat Lebaran, kue semprit dikenal dengan resep simpel namun rasanya tetap lezat. Bentuknya unik dan aromanya harum, langsung membangkitkan suasana nostalgia, mengingatkan pada momen berkumpul bersama keluarga saat merayakan Hari Raya. Kue ini menjadi favorit karena mudah dibuat, enak, dan selalu menambah keceriaan di meja hidangan Lebaran.
2. Kue Sagon
Kue tradisional ini terbuat dari campuran tepung ketan dan kelapa, sehingga menghasilkan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Bentuknya beragam, mulai dari bulat, kotak, hingga menyerupai nugget kecil. Dahulu kue ini sering menghiasi meja Lebaran, namun kini keberadaannya mulai jarang terlihat karena banyak digantikan kue kering modern seperti nastar. Meskipun begitu, aroma kelapa dan rasa manisnya tetap membawa nuansa nostalgia bagi mereka yang pernah menikmatinya.
3. Ting-Ting Kacang
Camilan klasik ini terbuat dari kacang tanah yang disangrai bersama gula merah, gula pasir, dan wijen. Rasanya manis dengan aroma karamel khas dan gurih dari kacang, membuatnya menjadi favorit anak-anak pada masa lalu. Teksturnya renyah dan mudah digigit, selalu dinanti sebagai sajian saat Lebaran. Selain lezat, camilan ini juga membawa kembali kenangan masa kecil saat berkumpul bersama keluarga.
Baca Juga: Gak Perlu ke India! Indian Resto di Malang Ini Bikin Lidah 'Jalan-jalan' ke India
4. Kembang Goyang
Kue tradisional ini dibuat dari adonan tepung beras dan telur, kemudian dicetak menggunakan cetakan bunga berbentuk unik dan digoreng hingga renyah. Teksturnya ringan dengan rasa manis tipis, menjadikannya camilan yang cocok dinikmati saat Lebaran.
5. Keciput Wijen
Keciput wijen tetap menjadi salah satu kue tradisional Lebaran yang digemari hingga saat ini. Kue ini berbentuk bulat kecil dengan permukaan dilapisi biji wijen harum dan menarik. Adonannya terdiri dari tepung ketan, telur, dan gula, kemudian digoreng hingga renyah di luar namun tetap sedikit kenyal di dalam. Saat digigit, kue ini memberikan sensasi kriuk di luar dengan kelembutan di dalam. Rasanya memadukan manis dan gurih, ditambah aroma wijen khas, membuat kue ini selalu menjadi favorit untuk melengkapi toples kue saat Lebaran.
6. Rengginang
Rengginang adalah camilan tradisional yang terbuat dari ketan. Kue ini memiliki rasa gurih khas dan tekstur renyah saat digigit, cocok dinikmati sebagai kudapan santai. Biasanya rengginang disantap setelah hidangan utama Lebaran, menambah variasi camilan di meja tamu. Rasanya yang ringan namun kriuk membuatnya disenangi semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.
Menikmati kue-kue Lebaran jaman dulu bukan sekadar soal rasa, tetapi juga tentang menghidupkan kembali kenangan manis masa kecil. Dari kue semprit yang harum, sagon yang lembut, hingga rengginang yang gurih, setiap hidangan membawa nostalgia dan kebahagiaan tersendiri di meja Lebaran.
Kehadiran kue-kue klasik ini membuat momen Idul Fitri lebih hangat dan berkesan, sambil mengingatkan kita akan tradisi keluarga yang tak lekang oleh waktu. Jangan lewatkan kesempatan menambahkan sentuhan nostalgia di perayaan Lebaran dengan menyajikan keenam kue tradisional ini.
Editor : Aditya Novrian