Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3 Film Luar Angkasa Paling Dinanti 2026, dari Project Hail Mary, Pelangi di Mars, hingga Supergirl

A. Nugroho • Rabu, 1 April 2026 | 19:59 WIB
MENARIK: Ryan Gosling yang memerankan seorang guru jenius di Project Hail Mary yang mendapat tugas menyelamatkan bumi dengan mencari planet dengan bintang lain, selain matahari di luar angkasa.
MENARIK: Ryan Gosling yang memerankan seorang guru jenius di Project Hail Mary yang mendapat tugas menyelamatkan bumi dengan mencari planet dengan bintang lain, selain matahari di luar angkasa.

RADAR MALANG - Industri perfilman 2026 benar-benar memanjakan penggemar genre film bertema luar angkasa. Tiga film besar—Project Hail Mary, Pelangi di Mars, dan Supergirl—tidak hanya hadir dengan cerita kuat, tetapi juga trailer yang sukses membangun antusiasme global.

Berikut ulasan lengkap mulai dari jadwal tayang hingga kekuatan trailer masing-masing film.

1. Project Hail Mary: Epik Penyelamatan Bumi

Film Project Hail Mary merupakan adaptasi novel karya Andy Weir dan disutradarai oleh Phil Lord serta Christopher Miller. Film ini dijadwalkan tayang global pada 20 Maret 2026.

Dibintangi Ryan Gosling, film ini mengisahkan Ryland Grace, seorang pria yang terbangun sendirian di pesawat luar angkasa tanpa ingatan jelas tentang misinya.

Seorang guru jenius ini menjadi satu-satunya harapan umat manusia untuk menyelamatkan bumi dari ancaman kosmik yang misterius.

Dalam perjalanannya, ia harus memecahkan berbagai teka-teki ilmiah sambil menghadapi kesendirian ekstrem.

Trailer film ini langsung memikat lewat visual luar angkasa yang detail dan realistis. Penonton diperlihatkan skala ancaman besar terhadap matahari serta atmosfer misi yang penuh tekanan. Cuplikan interaksi antara karakter utama dan makhluk asing memberikan sentuhan emosional sekaligus rasa penasaran. Trailer ini berhasil menyeimbangkan sains, ketegangan, dan emosi secara efektif.

Perpaduan sains realistis, cerita cerdas, serta eksplorasi psikologis menjadikan film ini salah satu sci-fi paling dinanti.

2. Pelangi di Mars: Harapan dari Planet Merah

Film Pelangi di Mars disutradarai oleh Upie Guava dan dijadwalkan tayang di Indonesia pada 18 Maret 2026.
Film ini menghadirkan pendekatan berbeda dalam genre luar angkasa dengan fokus pada sisi kemanusiaan.

Mengisahkan ilmuwan yang membangun koloni pertama di Mars dan akhirnya punya anak di sana. Di tengah keterbatasan dan tekanan hidup, mereka menemukan harapan baru yang dilambangkan sebagai “pelangi”. Bersama robot-robot unik di Mars, petualangan pun dimulai.

MONUMENTAL: Adegan Pelangi di Mars dengan grafik desain yang memukau.
MONUMENTAL: Adegan Pelangi di Mars dengan grafik desain yang memukau.

 

Trailer Pelangi di Mars tampil lebih puitis dan emosional. Visual Mars dipadukan dengan teknologi modern yang memberi kesan artistik. Alih-alih menonjolkan aksi besar, trailer justru fokus pada hubungan antar manusia, keluarga, dan harapan di tengah kesendirian. Pendekatan ini memberikan warna baru dalam film sci-fi Indonesia.

Kekuatan utama film ini terletak pada narasi yang hangat, sinematografi artistik, serta kedalaman emosi yang jarang ditemukan dalam film bertema luar angkasa. 

Sayang dalam penayangannya, film yang sebenarnya dinilai monumental dalam sejarah film genre ini di Indonesia, malah mendapat ulasan yang tak terlalu bagus. Ceritanya dianggap kurang mengalir dan biasa saja untuk film yang bertema sci-fi luar angkasa.


3. Supergirl: Aksi Kosmik dengan Nuansa Lebih Gelap

Film Supergirl yang disutradarai Craig Gillespie dijadwalkan tayang pada 26 Juni 2026. Film ini menjadi bagian penting dari semesta baru DC.

Karakter utama Kara Zor-El merupakan sepupu dari Superman dan berasal dari planet Krypton.

BIKIN NGERI: Jason Momoa memerankan Lobo, sang tokoh antagonis bermotor di film Supergirl.
BIKIN NGERI: Jason Momoa memerankan Lobo, sang tokoh antagonis bermotor di film Supergirl.

 

Film yang dibintangi oleh Milly Alcock mengisahkan perjalanan Supergirl setelah kehancuran Krypton. Ia menghadapi ancaman di luar angkasa sekaligus konflik batin sebagai sosok yang kehilangan rumah.

Trailer Supergirl menampilkan nuansa yang lebih gelap dan emosional dibanding film superhero pada umumnya. Cuplikan memperlihatkan perjalanan karakter yang penuh luka, sekaligus aksi luar angkasa berskala besar. Penekanan pada konflik personal membuat film ini terasa lebih dalam dan matang.

Ada pula penampilan Lobo. Super villain, seorang pembunuh bayaran antar galaksi yang diperankan "sang Aquaman", Jason Momoa.

Perpaduan aksi spektakuler, efek visual luar angkasa, dan pendalaman karakter menjadikan film ini berbeda dari film superhero konvensional.

Menarik untuk ditunggu apakah Supergirl bakal sesukses Superman, pendahulunya yang mendobrak film-film DC dengan nuansa yang lebih cerah?

Ketiga film ini menawarkan pengalaman luar angkasa dengan pendekatan berbeda. Project Hail Mary unggul dalam sains dan ketegangan, Pelangi di Mars menghadirkan kisah humanis yang menyentuh, sementara Supergirl menyajikan aksi heroik dengan kedalaman emosional.


Dengan jadwal tayang yang berdekatan dan trailer yang sama-sama kuat, ketiganya berpotensi menjadi sorotan utama perfilman tahun 2026. (rm)

Editor : A. Nugroho
#supergirl #project hail mary #2026 #Pelangi di Mars #film