Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jangan Disepelekan, Hati-Hati! Kebiasaan Sepulang Kerja Ini Bisa Jadi Pemicu Stres Berkepanjangan

Anna Tasya • Senin, 6 April 2026 | 15:00 WIB
Rutinitas kecil setelah pulang kerja bisa memengaruhi kesehatan mental. (Freepik)
Rutinitas kecil setelah pulang kerja bisa memengaruhi kesehatan mental. (Freepik)

MALANG KOTA, RADAR MALANG – Pulang kerja kerap dianggap sebagai waktu untuk beristirahat dan menenangkan diri. Namun, pada kenyataannya banyak orang masih membawa beban pekerjaan hingga ke rumah. Secara fisik memang sudah meninggalkan kantor, tetapi pikiran tetap tertahan pada urusan kerja. Akibatnya, stres yang seharusnya mereda justru terus berlanjut sampai malam.

Permasalahannya, sejumlah kebiasaan kecil setelah pulang kerja sering dianggap wajar. Banyak yang mengira itu hanyalah cara sederhana untuk melepas lelah setelah seharian beraktivitas. Padahal tanpa disadari, kebiasaan tersebut justru bisa memperparah kelelahan emosional. Berikut kebiasaan yang diam-diam dapat memperburuk stres setelah pulang kerja.

Langsung asyik menggulir media sosial ketika tiba di rumah

Begitu sampai rumah, banyak orang tanpa sadar langsung membuka ponsel. Jari terus menggulir media sosial tanpa benar-benar memperhatikan konten yang dilihat. Arus informasi datang, sering kali dipenuhi berita negatif, sehingga otak tetap dalam keadaan tegang.

Kebiasaan menggulir media sosial membuat pikiran sulit benar-benar beristirahat. Alih-alih merasa santai, kamu justru menambah kecemasan dari layar. Otak terus memproses informasi baru yang belum tentu penting, sehingga stres setelah pulang kerja justru semakin menumpuk.

Selalu memikirkan kembali hal-hal yang terjadi di tempat kerja

Meski tubuh sudah berada di rumah, pikiran seringkali masih tertahan di kantor. Kamu mungkin terus mengulang percakapan dengan atasan atau memikirkan pekerjaan yang belum selesai. Hal-hal kecil dari tempat kerja terasa sulit dilepaskan, membuat pikiran tetap penuh bahkan saat makan malam.

Kebiasaan ini dikenal sebagai rumination, yaitu kecenderungan otak memutar ulang masalah tanpa menemukan solusi. Lama-kelamaan, energi mental pun terkuras. Padahal, rumah seharusnya menjadi tempat untuk sejenak melepaskan tekanan dari pekerjaan.

Langsung beralih dari pekerjaan ke aktivitas rumah tanpa jeda

Beberapa orang langsung beralih dari pekerjaan di laptop ke berbagai aktivitas rumah tanpa menyisakan waktu untuk menenangkan pikiran. Kamu mungkin segera membersihkan rumah, memasak, atau mengerjakan tugas lain, sehingga hari terasa berjalan tanpa henti.

Padahal, otak memerlukan waktu transisi sederhana untuk berpindah suasana. Berjalan sebentar, mandi, atau duduk santai beberapa menit sudah cukup membantu. Kebiasaan kecil ini memberi sinyal bahwa hari kerja telah selesai. Tanpa jeda semacam ini, tubuh kerap masih merasakan tekanan seperti saat berada di kantor.

Tidak memperhatikan kebutuhan fisik akibat rasa letih yang berlebihan

Setelah menjalani hari yang panjang, banyak orang memilih untuk langsung berbaring tanpa melakukan aktivitas lain. Waktu makan sering ditunda atau diganti dengan camilan cepat. Meski tubuh tampak beristirahat, sebenarnya pemulihannya tidak maksimal. Energi yang habis sepanjang hari tidak sempat diisi kembali.

Kebutuhan dasar seperti makan cukup, minum air, dan tidur tepat waktu sering dianggap sepele, padahal hal-hal sederhana ini sangat memengaruhi kesehatan mental. Ketika tubuh tidak dirawat dengan baik, tingkat stres emosional cenderung meningkat. Akibatnya, malam justru terasa lebih melelahkan daripada menenangkan.

 Baca Juga: Potret Jersey Keempat Arema FC di Lapangan saat Melawan Malut United: Perpaduan Putih dan Abu-Abu Bikin Pemain Jadi Lebih Elegan

Mengelola stres setelah pulang kerja tidak selalu harus melalui hal besar atau rumit. Seringkali, perubahan kecil pada kebiasaan sehari-hari sudah cukup membuat perbedaan besar. Memberikan jeda transisi antara kantor dan rumah, membatasi penggunaan media sosial, menghentikan kebiasaan memikirkan masalah kerja, serta memenuhi kebutuhan fisik seperti makan dan tidur dengan cukup, bisa membantu pikiran lebih rileks.

Dengan mulai memperhatikan rutinitas sepulang kerja, rumah bisa kembali menjadi tempat yang menenangkan, di mana tubuh dan pikiran benar-benar mendapat kesempatan untuk pulih. Ingat, stres yang berkepanjangan tidak selalu berasal dari pekerjaan itu sendiri, tetapi sering kali muncul dari pola kebiasaan yang tampak sepele namun berdampak besar pada kesehatan mental.

Editor : Aditya Novrian
#kesehatan mental #Stress